CATATAN (1)
Benarkah Bisa Berkhotbah Adalah Bakat?
Ada
ungkapan mengatakan bahwa Bakat itu hanya 1% dan 99 % lainnya adalah
Ketekunan serta Cara/metode. Kita lahir dengan aktifitas pertama adalah
Menangis. Tidak ada bayi lahir sudah langsung bisa berbicara. Seiring
waktu berjalan, bayi mulai belajar mengeluarkan bunyi-bunyi yang
membentuk penggalan kata. Setiap hari bayi mendengar suara (kata demi
kata) dari lingkungannya. Saat itulah bayi tersebut sebenarnya sedang
belajar untuk berbicara. Dan bayi-bayi itu adalah KITA SEMUA yang pada hari ini BISA BERBICARA SECARA NORMAL.
Ini semua adalah berkat didikan terarah, ketekunan dan pembelajaran
secara terus menerus. Anda pun bisa menjadi seorang pengkhotbah yang
‘WOW’ jika MAU, TAHU CARANYA dan TEKUN BERLATIH.
... Bersambung
#Salam_WOW
Drs. Reinhard Samah, M.Th
Founder & Master Trainer Next Level Training
0818 0888 2611
pt. Amarilis Kriya Cipta
Jl. Madrasah Raya No 5d, Cilandak Timur, Pasar Minggu,
JakSel Tel/Fax: (021) 7883 8721email: reinhardsamahkansil@gmail.com
WA: 0819 3255 1765
Kamis, 03 Maret 2016
Sabtu, 21 November 2015
CONTOH
90% orang belajar
lewat indera mata.
9% lewat telinga. 1%
lewat indera lain.
Pengikut melihat
Kehidupan pemimpin
bukan PERKATAANNYA.
Kepemimpinan paling efektif
adalah memberikan
contoh,
bukan perintah...
Salam 'WOW'
Drs. Reinhard Samah, M.Th
Founder & Master Trainer Next Level Training
0818 0888 2611
pt. Amarilis Kriya Cipta
Jl. Madrasah Raya No 5d, Cilandak Timur, Pasar Minggu,
JakSel Tel/Fax: (021) 7883 8721email: reinhardsamahkansil@gmail.com
WA: 0819 3255 1765
BB: 5A24C42B
Drs. Reinhard Samah, M.Th
Founder & Master Trainer Next Level Training
0818 0888 2611
pt. Amarilis Kriya Cipta
Jl. Madrasah Raya No 5d, Cilandak Timur, Pasar Minggu,
JakSel Tel/Fax: (021) 7883 8721email: reinhardsamahkansil@gmail.com
WA: 0819 3255 1765
BB: 5A24C42B
BERUBAH
BERUBAH
"Kunci pemecahan masalah
kepemimpinan bukanlah
mengubah orang lain,
melainkan ubahlah diri sendiri.
Tuhan tidak meminta
pertanggungjawaban terhadap
apa yang terjadi PADA kita,
tetapi pada apa yang terjadi
DALAM diri kita
Salam 'WOW'
Drs. Reinhard Samah, M.Th
Founder & Master Trainer Next Level Training
0818 0888 2611
pt. Amarilis Kriya Cipta
Jl. Madrasah Raya No 5d, Cilandak Timur, Pasar Minggu,
JakSel Tel/Fax: (021) 7883 8721email: reinhardsamahkansil@gmail.com
WA: 0819 3255 1765
BB: 5A24C42B
Drs. Reinhard Samah, M.Th
Founder & Master Trainer Next Level Training
0818 0888 2611
pt. Amarilis Kriya Cipta
Jl. Madrasah Raya No 5d, Cilandak Timur, Pasar Minggu,
JakSel Tel/Fax: (021) 7883 8721email: reinhardsamahkansil@gmail.com
WA: 0819 3255 1765
BB: 5A24C42B
PENGKHOTBAH
90%
Pengkhotbah, berkhotbah buruk,
karena Ia mengabaikan persiapan.
Sombong dan tidak rendah hati:
Sombong dan tidak rendah hati:
‘Ah, sudah tahu Nas nya;
Ah, gampang; Ah, bagaimana nanti saja.
Rendah hatilah mempersiapkan khotbah,
sebab, 90% dari Khotbah adalah
persiapan.
Gagal mempersiapkan
adalah mempersiapkan gagal.
Salam 'WOW'
Drs. Reinhard Samah, M.Th
Founder & Master Trainer Next Level Training
0818 0888 2611
pt. Amarilis Kriya Cipta
Jl. Madrasah Raya No 5d, Cilandak Timur, Pasar Minggu,
JakSel Tel/Fax: (021) 7883 8721email: reinhardsamahkansil@gmail.com
WA: 0819 3255 1765
BB: 5A24C42B
Drs. Reinhard Samah, M.Th
Founder & Master Trainer Next Level Training
0818 0888 2611
pt. Amarilis Kriya Cipta
Jl. Madrasah Raya No 5d, Cilandak Timur, Pasar Minggu,
JakSel Tel/Fax: (021) 7883 8721email: reinhardsamahkansil@gmail.com
WA: 0819 3255 1765
BB: 5A24C42B
Rabu, 11 November 2015
WARNA
"Bahtera di dermaga terasa nyaman.
Tapi bukan itu maksud Bahtera dibuat.
Bahtera Kepemimpinan haruslah menjelajah,
bertualang sepanjang perjalanan.
Jangan nyaman di dermaga.
Tempuhlah resiko, agar kelak
kepemimpinanmu mewariskan warna warni indah.
Salam 'WOW'
Drs. Reinhard Samah, M.Th
Founder & Master Trainer Next Level Training
0818 0888 2611
pt. Amarilis Kriya Cipta
Jl. Madrasah Raya No 5d, Cilandak Timur, Pasar Minggu,
JakSel Tel/Fax: (021) 7883 8721
email: reinhardsamahkansil@gmail.com
WA: 0819 3255 1765
BB: 5A24C42B
Antusias
ANTUSIAS
"Sikap antusias menentukan keunggulan
seorang pemimpin. Membuka pikiran
kreatif dan mampu memberikan motivasi
kepada pengikut. ‘Antusias’ berakar pada
dua kata Yunani: ‘en’ dan ‘theos. Artinya
‘didalam Tuhan’. Pemimpin yang Antusias,
hidupnya didalam Tuhan.
Semoga.
Salam 'WOW'
Drs. Reinhard Samah, M.Th
Founder & Master Trainer Next Level Training
0818 0888 2611
pt. Amarilis Kriya Cipta
Jl. Madrasah Raya No 5d, Cilandak Timur, Pasar Minggu,
JakSel Tel/Fax: (021) 7883 8721
email: reinhardsamahkansil@gmail.com
WA: 0819 3255 1765
BB: 5A24C42B
Selasa, 10 November 2015
PERJUMPAAN
Untuk mengetahui masalah orang,
kita harus dekat dengannya.
Untuk MEMECAHKAN masalah orang,
kita harus dekat dengan TUHAN.
PERJUMPAAN
"Seorang pemimpin dipanggil dan diutus sebagai pengantar perjumpaan orang dengan tuhan.
Kita harus cukup dekat dengan orang
untuk mewakili mereka berjumpa dengan Tuhan.
Pada saat yang sama kita juga harus dekat dengan
TUHAN untuk mewakiliNYA berjumpa dengan orang.
Inilah kunci keseimbangan terindah. Inilah PERJUMPAAN itu".
Salam 'WOW'
Drs. Reinhard Samah, M.Th
Founder & Master Trainer Next Level Training
0818 0888 2611
pt. Amarilis Kriya Cipta
Jl. Madrasah Raya No 5d, Cilandak Timur, Pasar Minggu,
JakSel Tel/Fax: (021) 7883 8721
email: reinhardsamahkansil@gmail.com
WA: 0819 3255 1765
BB: 5A24C42B
Senin, 09 November 2015
KHOTBAH EKSPOSITORI: Ibrani 9:11-12
Judul: PEREMPUAN 3D (Datang sebagai-Datang melintasi-Datang membawa)
Nas: Ibrani 9:11-12
9:11
Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal
yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah
yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan
manusia, artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, --
9:12 dan
Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus
bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan
membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang
kekal
Datang Sebagai (ay. 1A)
“Tetapi
Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang
baik yang akan datang”
Kristus memulai waktu pembaharuan
ini dengan masuk sebagai Imam Besar ke dalam Kemah Suci surgawi atau kemah yang lebih besar dan yang lebih
sempurna, sambil mempersembahkan darah-Nya sendiri di atas tutup
pendamaian surgawi sebagai pendamaian. Dengan demikian kelepasan yang kekal telah diperoleh satu kali untuk
selama-lamanya melalui kurban abadi Anak Allah. Tindakan ini tidak perlu dan
tidak mungkin diulang lagi. Perbedaan antara darah kambing dan lembu jantan
yang harus dipersembahkan setiap tahun serta lambang seremonial lainnya dalam
sistem imamat Lewi dengan kematian Kristus yang mendamaikan kembali dijelaskan.
Betapa jauh lebih pentingnya darah Kristus yang oleh Roh yang kekal
telah mempersembahkan diri-Nya (dia pneumutos aioniou).
Yerusalem
adalah kota suci dunia. Ditengah-tengah kota ada bangunan suci bernama Bait
Suci. Bait Suci terbagi tiga ruangan. Ruang pertama untuk umat. Ruang kedua, Ruang
Suci untuk para Imam. Ruang terakhir, Ruang Maha Suci hanya khusus untuk satu
orang Imam. Namanya Imam Besar. Imam
besar adalah satu-satunya penghubung orang untuk datang kepada Tuhan. Kalau
Nabi tugasnya bernubuat. Maka Raja adalah bertugas memerintah. Sementara Imam
adalah penyelenggara Ibadah. Tiga fungsi ini: Raja-Imam-Nabi disandang
sekaligus oleh Yesus Kristus. Datang sebagai Imam artinya Yesus datang sebagai
penyelanggara Ibadah. Yang dimaksud dengan Ibadah disini adalah: ‘Perjumpaan
dengan Tuhan melalui proses mengingat rayakan Pemeliharaan Tuhan dalam hidup
kita’. Itu berarti bukan hanya Ibadah ritual saja, melainkan juga ibadah aktual
dan ibadah kontekstual. Kalau ibadah ritual adalah: : ‘Perjumpaan kita dengan
Tuhan melalui proses mengingat rayakan Pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita
melalui tata tertentu, melalui tata liturgi tertentu. Maka, Ibadah aktual
adalah: ‘Perjumpaan kita dengan Tuhan dalam mengingat rayakan Pemeliharaan
Tuhan dalam hidup kita melalui kehidupan aktual hari lepas hari.’ Sementara
ibadah kontekstual adalah: ‘Perjumpaan kita dengan Tuhan dalam mengingat
rayakan Pemeliharaan Tuhan dalam hidup melalui perjumpaan kita dengan sesama di
masyarakat dan lingkungan hidup di alam semesta. Contoh ibadah ritual: Ibadah
Hari Minggu, Ibadah Rumah Tangga, Ibadah Pelkat, dll. Contoh Ibadah Aktual:
Adalah ketika kita hampir saja kecelakaan maka saat kita mengingatnya sebagai
pemeliharaan Tuhan maka itu adalah ibadah aktual. Contoh ibadah kontekstual:
buang sampah pada tempatnya, menjaga kelestarian alam, memberikan
santunan kepada anakyatim piatu, dll.
Nasihat: Jadikanlah Tuhan sebagai
Imam Besar kehidupan kita.Jadikan Tuhan sebagai penyelenggara dan pemimpin
ibadah hidup dan kehidupan kita.
Datang Melintasi (ay. 1B)
“Ia telah
melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang
bukan dibuat oleh tangan manusia, artinya yang tidak termasuk
ciptaan ini”
Perjanjian ini lebih baik karena Kemah Sucinya bukanlah
sebuah kemah di muka bumi, tetapi Kemah Sucinya adalah seluruh ciptaan Allah!
Perjanjian ini lebih baik karena persembahannya lebih baik; Yesus sudah
dikorbankan "satu kali untuk selama-lamanya." Perjanjian ini lebih
baik karena dahulu mereka "disucikan secara lahiriah," tetapi dengan
Perjanjian ini "hati nurani kita" disucikan. Dapat dikatakan bahwa
Perjanjian ini lebih baik karena dengan hati nurani yang sudah disucikan, kita
sudah bebas untuk memperhatikan "warisan kekal yang disediakan bagi
"mereka yang telah terpanggil". Jelas sekali bahwa yang dimaksudkan
dengan "warisan kekal" di sini adalah sama dengan apa yang dikatakan
dalam pasal. Warisan ini diperoleh dengan "iman dan kesabaran." Kita
yang sudah ditebus oleh darah Imam Besar kita, Yesus Kristus, berkesempatan
untuk meninggalkan "perbuatan yang sia-sia," dan mengejar warisan
kekal itu dengan hati nurani yang sudah disucikan.
Kemah suci adalah buatantangan manusia. Tapi, alam semesta
bukanlah buatan tangan manusia. Alam semesta dan segala isinya adalah ciptaan
Tuhan Sang Maha.Yesus sebagaiI mam Besar penyelenggara ibadah, penyelenggara
kehidupan telah melintasi kemah suci menuju kemah hidup dan kehidupan yang
lebih luas. Melintasi kemah suci di Yerusalem menuju kemah alam semesta
menembus ruang dan waktu. Melintasi Timur Tengah menuju peradaban dunia.
Melintasi sekat waktu ribuan tahun lalu menuju kekinian. Ibadah kita tidak
terbatas pada kemah suci. Tidak terbatas pada Bait Allah. Tidak terbatas pada
dinding-dinding Gereja. Ibadah kita seluas alam semesta ini. Ibadah kita adalah
melampaui sekat-sekat gedung gereja. Ibadah kita adalah hidup dan kehidupan itu
sendiri. Sama seperti Kristus yang datang melintasi kemah suci menuju dunia
yang penuh rawa paya ini, kita juga
harus hidup dan menghidupi kehidupan ini dengan melintasi sekat-sekat Gereja.
Datang Membawa (ay. 2)
Dan Ia
telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus
bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan
membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang
kekal.
Darah mempunyai makna yang unik. Darah dicurahkan untuk
menyediakan kulit binatang yang menutupi ketelanjangan Adam dan Hawa. Darah
dicurahkan untuk korban persembahan seperti yang ditetapkan Hukum Taurat. Darah
sangat bermakna, sehingga bangsa Israel dilarang untuk makan atau pun minum
darah. Darah tidak hanya sebagai lambang kehidupan, namun dicurahkan dalam
persembahan korban.
Darah di dalam persembahan korban Perjanjian Lama merupakan
lambang persembahan korban utama yang akan datang kelak. Darah yang
memungkinkan bangsa Israel menghampiri hadirat Allah, merupakan lambang yang
jelas dari darah yang dicurahkan di bukit Kalvari. Darah Kristus merupakan
sumber dan janji atas penebusan kekal yang diberikan oleh Yesus Kristus kepada
kita. Selain itu darah Kristus juga menyucikan hati nurani kita. Semua
kesalahan, rasa malu dan semua cela yang disebabkan karena dosa terhapus sudah
oleh karena pengampunan-Nya yang dicurahkan bersama tercurahnya darah Anak
Domba Allah. Di dalam darah-Nya kita akan mendengar: "Aku akan menaruh
belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa
mereka".
Ketika kita mendapatkan pengampunan karena iman, hati nurani
juga dibersihkan dan disucikan. Dengan demikian kita dapat hidup beribadah
kepada Dia, Allah yang hidup. Tanpa penyucian dari darah domba Allah, manusia
adalah seperti sebuah mainan mobil dengan baterei yang kemudinya sudah dipatok,
agar jalannya terus berputar-putar. Demikian jugalah kita sebelum darah-Nya
menyucikan kita. Dosa sudah mematok arah hidup kita sehingga kita mau tidak mau
mengikuti kemana dosa membawa kita.
Nasihat: Jadikan Darah
Kristus pedoman untuk mengubah arah hidup kita, sehingga kita mulai berjalan
menuju kepada kebenaran-Nya.
Kita telah sampai pada akhir khotbah, karenanya, camkanlah dan renungkanlah hal ini: 1) Jadikanlah Tuhan sebagai Imam Besar kehidupan kita.Jadikan Tuhan sebagai penyelenggara dan pemimpin ibadah hidup dan kehidupan kita; 2) Membawa misi Allah keluar dari dinding-dinding Gereja adalah Ibadah yang sejati; 3) Jadikan Darah Kristus pedoman untuk mengubah arah hidup kita, sehingga kita mulai berjalan menuju kepada kebenaran-Nya.
AMIN.
#salamWOW (Words Of Wonderful)
KHOTBAH EKSPOSITORI: Mazmur 132:13-18
JANJI 3K
Nas: Mazmur 132:13-18
Saudara-saudara kekasih Kristus,
Pilihan Allah atas Sion adalah janji-janji Allah kepada Sion. Nas ini merupakan respon liturgis
bahwa Tuhan telah memilih Sion.
Karena pilihan ilahi ini maka akan ada berkat-berkat rohani maupun materi bagi
Sion dan keturunan Daud, sementara itu musuh-musuh Israel akan mendapat malu.
Sebab itu, jika laki-laki meninggal tanpa memiliki keturunan maka garis
keluarganya terputus, pelitanya padam; karenanya pelita melambangkan keturunan.
Demikianlah Allah mengangkat sederetan keturunan Daud, dan mencapai puncaknya
melalui Yesus Kristus, Terang Dunia.
Kita akan
merenungkan janji Tuhan ini dalam persepektif 3K. Saya menyebutnya JANJI 3K.
‘K’ yang pertama adalah Kedudukan (ay. 13). ‘K’ yang kedua adalah Kekuasaan
(ay. 17). ‘K’ yang ketiga adalah Keselamatan (ay. 16).
Saudara-saudara kekasih Kristus,
mari kita renungkan ‘K’ yang pertama…
KEDUDUKAN
132:13 Sebab TUHAN telah memilih Sion, mengingininya
menjadi tempat kedudukan-Nya:
Tuhan
bersumpah kepada Daud bahwa Ia akan membangun rumah untuknya. Tuhan memilih
Sion sebagai tempat kedudukanNYA. Tuhan memilih bukit Sion sebagai bukit yang
kudus, dan meneguhkan pilihan-Nya dengan bersuka atasnya. Ia memilih gunung Sion yang dikasihi-Nya.
Ia memilihnya sebagai tempat kediaman bagi tabut-Nya, dan berkata tentangnya, “inilah tempat perhentian-Ku selama-lamanya,”
dan bukan hanya tempat kediaman-Ku untuk sementara waktu seperti Silo. Sion
adalah kota Daud. Ia memilihnya sebagai kota kerajaan karena Allah memilihnya
sebagai kota suci. Tuhan berkata, “di
sini Aku hendak diam,” dan oleh sebab itu Daud berkata, “di sini aku hendak diam,” sebab dalam
hal ini ia berpegang teguh pada asas hidupnya, aku suka dekat pada Allah. Sion di sini harus dilihat sebagai
bayangan dari jemaat Injili, yang disebut Bukit Sion, dan di dalamnya apa yang dikatakan di sini tentang
Sion mendapat kegenapannya. Lama sejak saat itu Sion dibajak seperti ladang,
tetapi jemaat Kristus adalah rumah dari
Allah yang hidup. Jemaat-Nya menjadi tempat perhentian-Nya selama-lamanya, dan akan selalu diberkati
dengan hadirat-Nya, bahkan sampai akhir zaman. Kesukaan Allah pada jemaat-Nya
dan keberlanjutan hadirat-Nya bersama-sama dengan jemaat-Nya adalah penghiburan
dan sukacita bagi semua anggota jemaat itu.
Bagaimana
dengan kita? Apa yang dimaksud dengan kedudukan Tuhan dalam kehidupan kita?
Tuhan berjanji akan menjadikan Sion sebagai tempat kedudukanNYA maka itu
berarti Tuhan juga memilih kita menjadi tempat kedudukanNYA. Tuhan memilih
kehidupan kita untuk ‘diduduki’. Tuhan memilih hidup dan kehidupan kita menjadi
singgasanaNYA. Bersediakah kita? Bersediakah kita menjadikan Tuhan sebagai Raja
dalam kehidupan kita? Bersediakah kita menjadikan Tuhan sebagai Jurumudi kehidupan
kita? Hidup dan kehidupan kita hendaknya kita serahkan kepada Tuhan. Hidup dan
kehidupan kita hendaknya diarahkan oleh Jurumudi Agung itu. Hidup dan kehidupan
kita adalah cermin penyerahan diri kita. Berserah dirilah. Jadikan kehidupan
kita sebagai KEDUDUKAN-NYA.
Nasihat:
Serahkan hidup dan kehidupanmu untuk KEDUDUKAN Tuhan.
Saudara-saudara kekasih Kristus,
sekarang kita renungkan ‘K’ yang kedua…
KEKUASAAN132:17 Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud , Aku akan menyediakan sebuah pelita bagi orang yang Kuurapi.
Kekuasaan
yang bertumbuh: di sanalah, di
Sion, Aku akan menumbuhkan sebuah
tanduk bagi Daud. Martabat kerajaan akan semakin bertambah besar, dan
Daud akan terus menambahkan kebesarannya sehingga martabat itu bersinar
cemerlang. Kristus adalah tanduk
keselamatan (yang melambangkan keselamatan yang berlimpah dan berkuasa)
yang telah diangkat Allah, dan ditumbuhkan-Nya, di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu. Daud telah berjanji untuk
menggunakan kekuasaannya demi kemuliaan Allah, untuk menghancurkan segala
tanduk orang-orang fasik, dan meninggikan tanduk-tanduk orang benar . Sebagai
imbalan untuk itu, Allah di sini berjanji untuk membuat tanduknya bertumbuh,
sebab barangsiapa yang diberi kuasa, dan menggunakannya dengan baik, kepadanya
akan diberi lebih.
Lalu
apa hubungannya antara Tuhan menduduki hidup dan kehidupan kita dengan tanduk
kekuasaan atau kekuasaan yang bertumbuh? Hidup dan kehidupan kita yang
meletakkan Tuhan sebagai jurumudi, sebagai Raja yang menguasai kita akan
memberikan kita kekuasaan untuk menaklukkan segala bentuk pergumulan hidup.
Kekuasaan yang diberi oleh Tuhan yang menduduki hati kita akan membuat kita
mampu menghadapi segala cobaan hidup. Apabila kita terjatuh tak sampai
tergeletak sebab Tuhan memberikan kuasa kepada kita untuk bangkit. Sebab
apabila kita terjatuh ada kuasa yang menopang tangan kita, menopang hidup dan
kehidupan kita. Mendudukkan Tuhan dalam singasana hidup dan kehidupan kita akan
membuat kita diberi kekuasaan atas hidup dan kehidupan kita lulus dari cobaan
hidup yang mendera.
Nasihat:
Kuasai hidup dan kehidupanmu karena engkau diberi kekuasaan atasnya.
Saudara-saudara kekasih Kristus, akhirnya
kita renungkan ‘K’ yang ketiga…
KESELAMATAN
132:16 imam-imamnya akan Kukenakan
pakaian keselamatan, dan orang-orangnya yang saleh akan bersorak-sorai
dengan girang.
Ini soal berkat-berkat dari
kehidupan yang akan datang, hal-hal yang berkenaan dengan kesalehan. Sebelumnya
ada keinginan agar imam-imam berpakaian
kebenaran. Di sini dijanjikan bahwa Allah akan mengenakan pakaian keselamatan kepada mereka, bukan hanya untuk
menyelamatkan mereka tetapi juga untuk membuat mereka dan pelayanan-pelayanan
mereka berperan penting bagi keselamatan umat-Nya. Mereka akan menyelamatkan diri mereka sendiri dan
orang-orang yang mendengarkan mereka. Perhatikanlah, barangsiapa
dipakaikan kebenaran oleh Allah, pasti akan dipakaikan-Nya dengan keselamatan.
Kita harus berdoa meminta kebenaran, maka bersamaan dengan itu Allah akan
memberikan keselamatan.
Hidup kita yang benar haruslah
mengucap syukur. Mengapa? Karena kita telah mendudukkan Tuhan dalam singasana
hidup dan kehidupan kita. Dan kita telah diberi kuasa olehnya untuk mengatur
hidup dan kehidupan kita. Maka keselamatan adalah milik kita. Karenanya,
patutlah kita mengucap syukur. Ayat 16 menegaskan kepada kita bahwa kita telah
diberi jubah atau pakaian kebenaran, maka kita pastilah selamat. Kita pasti
beroleh keselamatan. Kita berbuat benar bukan UNTUK diselamatkan tetapi KARENA
sudah selamat. Jadi sepanjang hidup kita didunia ini adalah pengucapan syukur
semata. Apabila kita berbuat tidak benar itu karena kita tidak tahu diri. Kita
tidak mengucap syukur atas keselamatan yang telah kita peroleh.
Nasihat: Hiduplah benar
dihadapanNYA, niscaya keselamatan menjadi milikmu.
Saudara-saudara kekasih Kristus, kita
telah sampai pada akhir khotbah…
Sebagai penutup, renungkan dan
lakukanlah: 1)Serahkan hidup dan kehidupanmu untuk KEDUDUKAN Tuhan; 2) Kuasai hidup dan kehidupanmu karena engkau diberi kekuasaan atasnya; 3) Hiduplah benar dihadapanNYA, niscaya
keselamatan menjadi milikmu.
Amin.
#salamWOW (Words Of Wonderful/Pkh. 12:10)KHOTBAH EKSPOSITORI: 1 Samuel 10:1-9
Judul: SUKSESI 3D
Nas: 1 Samuel 10:1-9
Saudara-saudara Kekasih Kristus,
Nas saya bagi kedalam
tiga bagian besar, saya menyebutnya 3D: 1. Diurapi (ayat 1); 2.
Ditugaskan (ayat 2-8); 3. Diubah (ayat 9). Dimana masing-masing bagian akan
dijelaskan latar belakangnya (#bk1). Kemudian digambarkan kondisi masa kininya
(#bk2) dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan beriman berupa nasehat untuk
melakukan dan bertindak (#bk3).
Saudara-saudara Kekasih Kristus, Mari kita renungkan ‘D’ yang pertama: Diurapi.
#bb1. ‘D’ pertama, DIURAPI
(ayat 1)
#bk1: Bahasa ibraninya maw-shakh'. Artinya Samuel melumasi/mengolesi minyak zaitun ke badan atau kepala Saul. Inilah perisiwa pertama Bangsa Israel memperoleh seorang Raja. Samuel mengurapi Saul maka Saul telah resmi menjadi seorang Raja. Raja Israel. Maksud dari pengurapan Saul ialah: 1) Untuk mempersembahkannya kepada Allah guna tugas khusus yang untuknya ia dipanggil; 2) Untuk menyalurkan kepadanya kasih karunia dan karunia yang memungkinkan dia melaksanakan tugas yang dibebankan Allah kepadanya. "Orang yang diurapi Tuhan" menjadi istilah umum untuk raja Israel. Raja tertinggi yang diurapi Allah adalah Yesus, sang Mesias (Ibr. Mashiah, artinya "Dia yang Diurapi"), yang diurapi Allah dengan Roh Kudus. Karena itu, semua pengikut Yesus harus diurapi dengan Roh Kudus yang sama sebagai imam dan raja perjanjian yang baru. SUKSESI ADALAH PROSES PERGANTIAN KEPEMIMPINAN. Nas mengajarkan kepada kita bahwa proses pergantian kepemimpinan yang dilakukan Samuel sebagai Hakim terakhir kepada Saul, Raja pertama bangsa Israel haruslah melalui proses mempersembahkan kepada Allah dan menyalurkan kasih karunia kepada pemimpin baru untuk menjalankan tugas yang dibebankan kepadanya. Singkatnya, Samuel menugurapi dan Saul meresponnya dengan mempersembahkan diri dan memperlengkapi diri.
#bk2: Hari-hari
ini di GPIB, sebagian besar sudah melakukan SUKSESI pada Unit-unit missioner
(baca: Pelkat dan Komisi). Sebagian kecil lainnya menyusul. Beberapa hari
kedepan GPIB secara Sinodal juga akan melakukan SUKSESI. Apa yang dapat kita
petik sebagai renungan dari ‘D’ pertama, DIURAPI
ini? Seyogyanya, Unit-unit missioner ditingkat jemaat dan Majelis Sinode di
tingkat Sinodal yang sudah dan akan melakukan SUKSESI ini, dapat dan harus
mengalami proses diurapi seperti yang dialami Saul. Dalam proses diurapi ini
terkandung makna ritual, aktual dan kontekstual. Makna ritual pengurapan adalah
mau menunjukkan diperlukannya sebuah campur tangan Tuhan dalam proses
mempersembahkan diri pemimpin yang
terpilih dalam sebuah ibadah yang khusus diadakan untuk itu. Makna aktualnya
adalah memperlengkapi pemimpin yang terpilih dengan memberikan karunia
kepemimpinan yang didapat dari pembinaan-pembinaan berkelanjutan. Makna
kontekstual nya adalah penugasan-penugasan berupa dijalankannya program-program
kegiatan organisasi dengan baik dan benar seturut kehendakNYA.
#bk3: Karenanya,
kepada pemimpin-pemimpin Jemaat dan Sinodal yang sudah dan akan mengalami
SUKSESI ingat, renungkan dan lakukanlah
ini: ”Persembahkan dirimu secara total. Perlengkapi dirimu dengan karunia
memimpin. Jalankan tugas dan tanggungjawab kepemimpinanmu hanya untuk hormat dan kemuliaan namaNYA.
Saudara-saudara Kekasih Kristus,, Sekarang kita masuk pada ‘D’ yang kedua: Ditugaskan.
#bk1: Ada sedikitnya
sembilan tugas yang harus dilakukan setelah Saul diurapi. Mulai
dari memegang tampuk pemerintahan, menyelamatkan Israel dari musuh sampai
perintah menemui beberapa orang di beberapa tempat, seterusnya sampai pada
bertemu para Nabi. Samuel memberikan kepada Saul sebuah tanda yang
penggenapannya akan menegaskan sifat Ilahi dari panggilannya untuk menjadi
raja. Saul ditugaskan terutama
adalah menjalankan perintah Allah atas Israel, bukan sebaliknya. Posisi Saul
adalah sebagai raja bagi Israel dan sebagai hamba di hadapan Allah.
#bk2: Ditugaskan adalah
melakukan sesuatu yang wajib dikerjakan atau yg ditentukan untuk dilakukan.
Ditugaskan berarti juga: ‘diperintah untuk melakukan sesuatu’. Pemimpin yang
sudah, baru saja atau akan terpilih nanti harus siap ditugaskan. Harus siap
diperintah, disuruh-suruh. Pemimpin adalah yang menjalankan tugas atau yang
ditugaskan. Pemimpin adalah petugas. Jangan pernah beranggapan bahwa
Pemimpinlah yang memberi perintah. Pemimpin adalah orang yang diperintah atau
disuruh melakukan sesuatu, bukan sebaliknya. Posisi pemimpin adalah Hamba
dihadapan Allah. Pemimpin adalah pelayan yang kerjanya melayani bukan dilayani.
#bk3: Oleh karenanya,
camkanlah ini: ‘Pemimpin Jemaat/Gereja adalah PETUGAS, pesuruh. Pemimpin Jemaat/Gereja bukan bos tapi HAMBA’.
Saudara-saudara Kekasih Kristus, akhirnya kita merenungkan ‘D’ yang ketiga: DIUBAH.
#bk1: Bahasa aslinya
Ibrani: haw-fak' atau dalam bahasa inggris bermakna: to transform atau to
change. Diubah artinya menjadi berbeda dibanding semula. Diubah atau berubah
dapat juga bermakna: bertukar/berganti/beralih menjadi sesuatu yang lain. Saul
diubahkan. Dari seorang yang bukan siapa-siapa di suku terkecil diantara dua
belas suku Israel menjadi orang nomor satu di Kerajaan Israel. Setelah Saul
diurapi seketika itu juga Allah mengubah hatinya bahkan sebelum Saul
menjalankan tugas-tugasnya. Mengubah hati sebelum menjalankan tugas sebagai
Raja adalah poin utama perenungan bagian ini. Allah mengubah hati Saul menjadi
lain. Roh Allah telah
mengubah sifatnya menjadi seorang yang kuat teguh dan membekalinya dengan
kemampuan-kemampuan yang diperlukan oleh seorang raja.
#bk2: Pemimpin
hasil SUKSESI haruslah diubah. Setelah diurapi, bahkan sebelum menjalankan
tugas-tugas kepemimpinannya, Ia harus dubahkan. Dari yang semula berkarakter
tidak bertanggungjawab menjadi bertanggungjawab. Dari sebelumnya mementingkan
diri sendiri menjadi mementingkan jemaat terlebih dahulu. Beralih dari
berkarakter buruk menjadi memiliki karakter unggul: Mengasihi, murah hati,
damai, sukacita, sabar, setia, lemah lembut, menguasai diri. Unggul artinya
‘lebih baik dari’. Dari apa? Lebih baik dari dirinya sendiri dimasa lampau.
Menjadi pemimpin jemaat/Gereja yang diubahkan adalah Ia yang mengatakan sesuatu
sekaligus melakukannya. Pemimpin berkarakter unggul adalah pemimpin yang
memegang teguh prinsip: Satunya kata dan perbuatan.
#bk3: Oleh
karenanya, berubahlah. Bersedia untuk DIUBAH oleh Roh Allah. Berbedalah, dari
sebelumnya berkarakter buruk menjadi memiliki Karakter Unggul.
Saya sudah
sampai pada akhir khotbah. Sebagai pemimpin yang sudah, baru saja dan akan
mengantikan pemimpin sebelumnya, ingat, renungkan dan lakukanlah: Persembahkan
dirimu secara total, berikan dirimu untuk diperlengkapi, jalankan tugas
kepemimpinanmu dengan penuh tanggungjawab dan ubah dirimu menjadi memiliki
karakter kepemimpinan unggul.
DIURAPI-DITUGASKAN-DIUBAH.
Amin.
#salamWOWSabtu, 18 Juli 2015
4 Cara Terbaik Untuk Mengingat Materi Khotbah Yang Telah Disusun
Reinhard Samah Kansil, M.Th
0818 0888 2611
Tahukah Anda
seberapa cepat ingatan kita terhadap materi khotbah yang telah kita susun
“menguap” dan hilang seiring dengan berjalannya waktu?
Hubungan Tingkat
Ingatan dan Waktu
Seorang psikolog
bernama Hermann Ebbinghaus (1885) membuat sebuah hipotesa mengenai proyeksi
hilangnya ingatan dari hal baru yang kita pelajari seiring berjalannya waktu.
Bila digambarkan
dalam sebuah grafik, maka kira-kira bentuknya adalah seperti d samping ini:
Kurva ini
menunjukkan bagaimana persentase ingatan (sumbu x) terhadap sebuah informasi
baru secara alami akan hilang seiring berjalannya waktu (sumbu y) jika tidak
ada usaha seseorang untuk mempertahankannya. Ketika kita
belajar informasi baru, kondisi terbaik kita paling ingat (100%) adalah saat
kita baru saja selesai mempelajarinya. Seiring berjalannya waktu, ingatan akan
informasi baru itu akan turun, melemah hingga menjadi lupa (0%) hanya dalam
waktu sekitar 3 bulan saja.Lalu bagaimana cara agar Anda dapat terhindar dari
hal ini? Cara terbaiknya adalah dengan melakukan pengulangan (Review).
Strategi
Pengulangan (Review) yang Efektif
Pengulangan
membantu mengurangi dampak hilangnya ingatan kita akan materi khotbah yang
telah disusun. Anda perlu membuat beberapa pengulangan sehingga materi khotbah
yang telah disusun sanggup menempel selamanya dalam otak Anda.
Berikut empat
strategi yang dapat Anda gunakan untuk dapat mengingat lebih lama materi
khotbah yang telah disusun:
1. Mengulang
segera apa yang Anda baca dan pelajari dari materi khotbah yang telah disusun
Pengulangan
pertama segera setelah selesai menyusun materi khotbah akan memperkuat
persentase informasi yang Anda kuasai.
Ini adalah tahapan pengulangan paling penting. Jangan sia-siakan waktu yang
Anda habiskan untuk belajar sesuatu dengan tidak mengulangnya segera setelah
selesai. Cukup 15 menit pengulangan akan membantu materi khotbah yang telah
disusun dapat diingat penuh sampai 24 jam berikutnya.
2. Menuliskan
ulang materi khotbah yang telah disusun
Menulis dan
mengorganisasikan catatan materi khotbah adalah salah satu cara yang baik untuk
mengulang sebuah informasi.Menulis ulang dengan susunan kata-kata Anda sendiri
adalah salah satu cara efektif untuk memperkuat ingatan terhadap materi khotbah.
3. Mengajarkan
atau minimal menceritakan ulang materi khotbah yang telah disusun kepada orang
lain
Mengajarkan atau
menceritakan kembali adalah bentuk pengulangan yang lebih kompleks dari sekedar
menuliskan ulang. Mengajarkan atau menceritakan ulang akan memperjelas dan
memperdalam pemahaman dari apa yang Anda susun pada materi khotbah sekaligus
menjadi sebuah pengulangan otomatis untuk ingatan Anda.
4. Menjadwalkan
untuk mengulang secara berkala materi khotbah yang telah disusun
Setelah melakukan
pengulangan pertama segera sehabis mempelajari susunan materi khotbah,
pengulangan kedua dapat dilakukan sehari setelahnya. Pengulangan ini juga
sangat penting karena susunan materi khotbah telah diendapkan lewat tidur
malam. Ini akan membantu menguasai informasi hingga paling tidak seminggu ke
depan atau lebih.Pengulangan ketiga sebaiknya dilakukan seminggu setelah Anda menyusun
materi khotbah. Ini akan memperkuat efek daya ingat kira-kira sampai sebulan ke
depan.Pengulangan berikutnya perlu dilakukan dalam tempo sebulan dan tiga
bulan. Setelah itu dilakukan, maka apa yang tadinya Anda ingat dalam jangka
pendek sekarang akan masuk ke ingatan jangka panjang.
KESIMPULAN
Informasi yang
disimpan dengan cara ini akan sulit sekali terlupakan karena semakin
terinternalisasi ke dalam diri Anda. Bayangkan, Anda cukup menghabiskan waktu
10-15 menit saja dalam satu kali pengulangan. Dengan menginvestasikan waktu
yang singkat tersebut dalam beberapa kali pengulangan, Anda akan menghemat
waktu yang banyak dibandingkan Anda harus membaca ulang karena sudah hampir
lupa semuanya. Dengan cara ini ingatan Anda akan selalu terbarui dan tidak akan
lupa apa materi khotbah yang telah disusun.Jangan sia-siakan waktu yang Anda
habiskan untuk membaca dan belajar dengan tidak mengulangnya. Kebiasaan
mengulang yang teratur lama kelamaan akan menjadi kebiasaan.Jika hal itu sudah
dilakukan, maka apapun materi khotbah yang telah disusun atas perkenanNYA dapat
diingat bertahun-tahun seolah-olah Anda baru mempelajarinya kemarin sore.
Salam 'WOW'
Drs. Reinhard Samah, M.Th
Founder & Master Trainer Next Level Training
0818 0888 2611
pt. Amarilis Kriya Cipta
Jl. Madrasah Raya No 5d, Cilandak Timur, Pasar Minggu,
JakSel Tel/Fax: (021) 7883 8721
email: traininginteraktif@ymail.com,
Hotline: 0819 3255 1765
Drs. Reinhard Samah, M.Th
Founder & Master Trainer Next Level Training
0818 0888 2611
pt. Amarilis Kriya Cipta
Jl. Madrasah Raya No 5d, Cilandak Timur, Pasar Minggu,
JakSel Tel/Fax: (021) 7883 8721
email: traininginteraktif@ymail.com,
Hotline: 0819 3255 1765
Langganan:
Postingan (Atom)











