Selasa, 16 Juni 2020

Sabda Bina Diri #736 | Rabu, 17 Juni 2020 | Kejadian 48:15-22 | Reinhard...



Sabda Bina Diri #736
Rabu, 17 Juni 2020,
Kejadian 48:15-22

KECIL ITU BESAR

Dalam melimpahkan berkat kepada umat-Nya, Allah adakalanya memberi lebih kepada sebagian orang dibandingkan kepada yang lain.

Acapkali umat-Nya yang paling kecillah yang diberi paling banyak. Allah memilih yang paling lemah dari dunia ini, menegakkan orang yang hina dari dalam debu. Berkat Allah tidak mengikuti aturan alam ini.

Tuhan akan membuat yang kecil menjadi besar.

WALAU DUNIA MENGANGGAPMU KECIL BERKAT TUHAN AKAN MEMBUATMU BESAR


Jangan Lupa Like & Subscribe


25 Buku PENJELASAN 66 KITAB PL & PB | Penulis: Reinhard Samah Kansil, M....

Khotbah yang baik adalah khotbah yang memiliki dasar yang kuat. Pondasi itu adalah PONDASI ALKITABIAH.

Miliki 25 buku penjelasan 39 Kitab PL (Perjanjian Lama) dan 27 Kitab PB (Perjanjian Baru) yang saya tulis ini.

Sabtu, 13 Juni 2020

Sabda Bina Diri #735 | Minggu, 14 Juni 2020 | Kejadian 31:43-50 | Reinha...

Sabda Bina Diri #735
Minggu, 14 Juni 2020,
Kejadian 31:43-50

JANJI KITA ADALAH INTEGRITAS KITA
Oleh: Reinhard Samah Kansil, M.Th

Jika kita berikrar untuk "mencintai, menghormati, dan menghargai sampai maut memisahkan kita," kita pun harus menepati janji itu kepada pasangan hidup kita.

Menepati janji adalah tanda dari karakter yang berintegritas.

SATU HAL YANG HARUS TETAP DIJAGA
OLEH PENGIKUT KRISTUS ADALAH JANJINYA

#Salam_Sehat

Bapak/Ibu/Sdr sekalian, agar mendapat renungan berikutnya,
Subscribe channel YouTube ini

https://www.youtube.com/channel/UCFdUTjLqEXWWZC38VEeP-FQ

Terima kasih.

Jumat, 05 Juni 2020

Sabda Bina Diri #729 | Sabtu, 6 Juni 2020 | I Tesalonika 4:13-18 | Reinh...



Sabda Bina Diri #729
Sabtu, 6 Juni 2020, I Tesalonika 4:13-18

TUJUAN DAN RUTE HIDUP MULIA
Oleh: Reinhard Samah Kansil, M.Th

Orang Kristen di Tesalonika berdukacita karena beberapa dari mereka telah mati. Firman Tuhan memang mengajarkan bahwa kematian adalah upah dosa dan sesudah kematian akan datang penghakiman.

Namun untuk orang yang beriman dalam Kristus, tidak mengalami kengerian hukuman Tuhan, tidak juga kehilangan kesempatan untuk berjumpa dengan Tuhan. Ketika Tuhan datang kali kedua, orang beriman yang sudah mati akan dibangkitkan dan beroleh tubuh kebangkitan.

TUJUAN DAN RUTE HIDUP KITA YANG MULIA MENANDAI PENGHARAPAN  DAN KEPASTIAN MASA DEPAN KITA BERNAMA SURGA

(Teks lengkap renungan ini dapat dilihat pada bagian "deskripsi" Channel YouTube saya.)
Jangan lupa subscribe ya.


Terima kasih.



Rabu, 03 Juni 2020

Sabda Bina Diri #727 | Kamis, 4 Juni 20 | Reinhard S Kansil, M.Th | TIAP...


Sabda Bina Diri #727
Kamis, 4 Juni 2020,
Kolose 3:51-17

TIAP LANGKAHKU DIATUR OLEH TUHAN
Oleh: Reinhard Samah Kansil, M.Th

Rasul Paulus dalam bacaan kita pagi ini, menasihati jemaat Kolose untuk mematikan dosa, yang menjadi penghalang besar untuk mencari perkara-perkara yang di atas. Sudah menjadi kewajiban kita untuk mematikan dalam diri kita segala sesuatu yang duniawi.

Karena itu dalam kita melangkah, ayat 17 menegaskan, segala sesuatu harus dilakukan di dalam nama Kristus Lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

Percayalah bila langkah hidup kita di dunia ini selalu di dalam nama Yesus, tangan kasih-Nya akan memimbing kita.

... Teks lengkap renungan ini dapat dilihat pada bagian "deskripsi" Channel YouTube saya.

Jangan lupa subscribe ya. https://www.youtube.com/channel/UCFdUTjLqEXWWZC38VEeP-FQ

Terima kasih.

#Salam_Sehat

Selasa, 02 Juni 2020

Sabda Bina Diri #726 | Rabu 3 Juni 20 | Reinhard S Kansil, M.Th | HAI MU...

Sabda Bina Diri #726
Rabu, 3 Juni 2020,
Imamat 18:1-5

HAI MUSAFIR KEMANA ARAH LANGKAHMU?
Oleh: Reinhard Samah Kansil, M.Th

Kamu harus lakukan peraturan-Ku dan harus berpegang pada ketetapan-Ku dengan hidup menurut semuanya itu; Akulah TUHAN, Allahmu. (ay. 4)

Banyak di antara kita yang rindu membaca tuntas Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu, dalam setahun, misalnya. Setelah terpesona oleh kisah sejarah awal peradaban manusia pada kitab Kejadian dan pembebasan yang dramatis pada kitab Keluaran, kita terhenti di pertengahan Kitab Imamat.

Kita menganggap kitab Imamat hanyalah pegangan teknis beribadah bagi para imam. Padahal tidak. Imamat ini adalah kitab wajib bagi kita para musafir, pegangan hidup bagi kita yang melakukan perjalanan hidup yang telah dilepaskan dari hidup lama kita, dan sedang menuju masa depan yang penuh kemenangan, seperti yang dirancangkan Allah.

Perjalanan hidup yang seperti apa? Kemana arah langkah hidup kita? Simak syair Kidung Jemaat No. 269 ini:

Hai musafir, mau kemana kau arahkan langkahmu?
Kami ikut titah Raja dan berjalan tak lesu:
Lewat gunung dan dataran arah kami ke istana,
Arah kami ke istana kota Raja yang kudus.
Arah kami ke istana kota Raja yang kudus.

Sebagai musafir, kita harus melakukan perjalanan hidup seperti yang diperintahkan Nas kita, ayat empat. "Kamu harus lakukan peraturan-Ku dan harus berpegang pada ketetapan-Ku dengan hidup menurut semuanya itu; Akulah Tuhan, Allahmu."

Ikan Salmon

Alkisah, ada seorang anak muda asal Idaho bernama John Nash yang senang mengamati dan terpesona pada ikan Salmon. John kerap mengamati perjalanan panjang yang melelahkan ikan Salmon untuk pulang ke gundukan pasir di sepanjang Danau Creek.

Beberapa bulan sebelumnya, kawanan ikan salmon itu meninggalkan Samudra Pasifik dan memulai perjalanan melewati Kolombia menuju Sungai Snake, kemudian berenang di sepanjang cabang Sungai Salmon menuju East Fork, lalu mengarungi arus Sungai Secesh menuju Danau Creek. Mereka menempuh jarak lebih dari 1.126 km.

Didorong naluri, ikan-ikan salmon itu berenang menentang arus, melintasi air terjun, dan mengitari dam-dam pembangkit listrik. Meski menghadapi ancaman elang, beruang, dan banyak predator lainnya, mereka berjuang mencapai tempat yang biasa digunakan para leluhur mereka untuk menaruh telur-telur.

Perjalanan  itu mengingatkan pada perjalanan panjang kita sebagai musafir. Kita pun punya naluri untuk pulang persis seperti ikan salmon itu. Kata Calvin, "Sebenarnya dalam pikiran manusia ada naluri alamiah untuk mencari Tuhan."

Arah perjalanan panjang hidup kita untuk tujuan yang jelas, yaitu mengenal dan mengasihi Tuhan. Dia adalah Tuhan Allah kita. Datanglah kepada-Nya hari ini juga dan temukan tujuan hakiki perjalanan panjang hidup kita sebagai musafir.

ARAH LANGKAH PERJALANAN HIDUP KITA ADALAH MENCARI, MENGENAL DAN MENGASIHI TUHAN, JUGA SESAMA

#Salam_Sehat

Note:
Jangan lupa subscribe Channel YouTube ini ya?

Senin, 01 Juni 2020

Sabda Bina Diri #725 | Selasa, 2 Juni 2020 | Reinhard Samah Kansil, M.Th


Sabda Bina Diri #725
Selasa, 2 Juni 2020, Kejadian 4:1-16

TAK PERNAH KECEWA MENGIRING YESUS
Oleh: Reinhard Samah Kansil, M.Th

Ketika Kain dan Habel mempersembahkan kurban, persembahan Kain bukan hasil sulung dari yang diusahakan. Allah menolaknya! Kain sakit hati. Penolakan itu membuat dirinya bermuram durja dan kecewa. Kain tak mampu menahan kekecewaannya. Harga dirinya terlalu tinggi untuk membiarkan seorang Habel hidup. Pembunuhan pertama pun terjadi dalam sejarah umat manusia.

Karena ketika sudah kecewa, apapun yang baik akan tetap terlihat buruk

Banyak dari antara kita yang aktif dalam kegiatan rohani. Tapi selalu berujung pada kekecewaan. Mengapa? Karena pusat kegiatan bukan Kristus. Kita tidak sedang mengiring Yesus. Kita sedang memuliakan diri sendiri. Membuat kita tidak sampai pada “sungai kasih” tapi pada “sungai kecewa”.

MEREKA YANG MENGIRING YESUS
TAK AKAN PERNAH DIKECEWAKAN

(... Teks selengkapnya lihat di bagian deskripsi Youtube)

Untuk otomatis mendapatkan notifikasi renungan saya setiap hari dapat subscribe https://www.youtube.com/watch?v=Ltm_tJFKwdw (Reinhard Samah) dan klik gambar loncengnya.

Bagi yang sudah subscribe saya berucap:
Terima kasih.

#Salam_Sehat

Sabda Bina Diri #724 | Senin, 1 Juni 2020 | Reinhard Samah Kansil, M.Th




Sabda Bina Diri #724
Senin, 1 Juni 2020, Kejadian 2:8-17

HIDUP TERASA LEBIH HIDUP
Oleh: Reinhard Samah Kansil, M.Th

sejak awal sejarah kehidupan, umat manusia terikat dengan Allah melalui iman dan ketaatan kepada Firman-Nya sebagai kebenaran mutlak.

Hidup hanya akan terasa lebih hidup bila disertai dengan arah hidup dan kesadaran akan tanggung jawab yang jelas. Hidup adalah kesempatan sejati untuk melayani-Nya dengan tidak menyia-nyiakan waktu yang Tuhan bri.

Allah memberi hidup bagi Adam dan Hawa. Allah pula yang memberi kita hidup. Gunakan hidupmu untuk melayani Tuhan. Jangan sia-sia kan.

Bacaan kita berbicara tentang pohon kehidupan di Taman Eden. Jalan menuju pohon itu tertutup bagi Adam dan Hawa setelah mereka melanggar perintah Allah. Namun Yesus Kristus, membukanya kembali bagi kita. Di langit dan bumi yang baru, akan ada "pohon kehidupan" yang baru.

Kematian rohani dapat berubah menjadi kehidupan rohani melalui iman kepada Yesus. Inilah kesempatan yang tiada tara. Inilah kesempatan untuk tidak menyia-nyiakan hidup yang Tuhan bri.

HIDUP TERASA LEBIH HIDUP BILA KITA MENUJU KEHIDUPAN KEKAL
(... Teks selengkapnya lihat di bagian deskripsi Youtube)

Untuk otomatis mendapatkan notifikasi renungan saya setiap hari dapat subscribe https://www.youtube.com/watch?v=Ltm_tJFKwdw (Reinhard Samah) dan klik gambar loncengnya.

Bagi yang sudah subscribe saya berucap:
Terima kasih.

#Salam_Sehat

Jumat, 29 Mei 2020

Sabda Bina Diri #721 | Reinhard Samah Kansil, M.Th | "MENJADI BERKAT BAG...

Sabda Bina Diri #721
Sabtu Pagi, 30 Mei 2020, Amos 6:6-9

MENJADI BERKAT BAGI SESAMA
Oleh: Reinhard Samah Kansil, M.Th

Yang minum anggur dari bokor, dan berurap dengan minyak yang paling baik, tetapi tidak berduka  karena hancurnya keturunan Yusuf! (ay. 6)

Bacaan kita pagi ini berupa teguran Tuhan yang ditujukan kepada para pemimpin umat. Ayat enam mencatat, para pemimpin umat yang beroleh kesempatan istimewa menikmati hal-hal terbaik.

Di tengah-tengah pendemi penyakit ini seharusnya para pemimpin yang pertama prihatin, tetapi justru mereka larut dalam kehidupan gemerlap dan menganggap kekelaman dari Allah itu jauh dari mereka.

Sementara ayat delapan dan Sembilan menegaskan, untuk semua yang mereka lakukan, Tuhan bersumpah demi diri-Nya untuk menghukum juga memusnahkan bangsa itu.

Tindakan penghukuman Tuhan untuk bangsa Israel menjadi peringatan keras bagi kita. Sering kali kita merasa kuat dan mampu melakukan segala sesuatu tanpa Tuhan. Bahkan kita menutup mata terhadap berbagai krisis atau bencana yang terjadi di sekitar kita.

Kita sering bersyukur karena tidak mengalami bencana, tetapi bersikap masa bodoh terhadap orang lain yang mengalami bencana.  Berbagai bencana atau peristiwa pasti mempunyai hikmat tersendiri yang dapat memberi petunjuk atau tuntunan bagi langkah hidup kita.

Walaupun kita memiliki kuasa dan kekuatan, harta dan kekayaan, kita tidak boleh menggantungkan hidup kita pada hal-hal itu.

Simak syair Pelengkap Kidung Jemaat 43 ini:

Tuhan, harta kami musnah sudah.
Tuhan, hati masih milik kami.

Jangan dimana hartamu di situ hati mu berada. Harta dan kedudukan tidak lebih sekadar alat agar kita menjadi saluran berkat-Nya bagi sesama.

Lukisan Mahal

Alkisah, pada tahun 1997, Steve Wynn, seorang kolektor lukisan, membeli lukisan karya Pablo Picasso, seorang maestro, senilai 47 juta dolar dibalai lelang Christie. Belum sampai sepuluh tahun, ia bisa menjualnya lagi seharga 139 juta dolar. Tiga kali lipat! Alias untung 200%.

Transaksi itu bakal masuk rekor penjualan barang seni termahal di dunia. Sayangnya, saat lelang terjadi, Wynn berdiri di dekat lukisan itu dan tanpa sengaja menyenggolnya dengan sikutnya. Lukisan itu jatuh lalu robek sepanjang 15 cm, tepat di tengahnya. Batal sudah rekor penjualan termahal itu! Dalam sekejap, 139 juta dolar yang setara 1,6 triliun rupiah, menguap dari mata Wynn.

Betapa fana harta kekayaan. Ia bisa menguap dalam sekejap. Jika seseorang mengandalkan harta sebagai jaminan masa depan, ia akan menangis dan meratap. Mengapa? Karena kekayaan bisa tiba-tiba saja meninggalkannya. Rapuh.

Kalaupun seumur hidup harta bisa terjaga, saat mati ia tak dapat dibawa pergi. Kelak Tuhan akan meminta pertanggungjawaban kita atas bagaimana cara kita mendapatkan dan mengelola harta di bumi.

Menjadi kaya tidak masalah. Namun, jangan jadikan harta segala-galanya, sehingga kita rela menindas sesama, menipu, atau berkelahi dengan saudara demi mendapatkannya. Sebaliknya, jadikanlah harta sebagai alat berkat. Alat untuk menyatakan kasih Allah kepada sesama.

TUHAN TIDAK MENENTANG KEKAYAAN
DIA HANYA MINTA AGAR KEKAYAAN KITA
MENJADI BERKAT BAGI SESAMA

#Salam_Sehat

Subscribe Please

Rabu, 20 Mei 2020

Mari Bersaat Teduh, Kamis 21 Mei 2020 - Pagi





Sabda Bina Diri (Hari 696)
Kamis Pagi, 21 Mei 2020, Lukas 24:50-53

BERSUKACITALAH
Oleh: Reinhard Samah Kansil, M.Th

Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. (ay. 52)

Bacaan kita menjelaskan tentang tempat Kristus naik ke surga, yaitu di Betania, dekat Yerusalem, di sekitar Bukit Zaitun. Di sanalah Ia telah menunaikan tugas agung bagi kemuliaan Bapa-Nya, dan kini, di sana pulalah Ia memasuki kemuliaan Bapa-Nya.

Nas kita mencatat, dengan gembira para murid terus mengikuti Yesus, dan juga mengikuti Allah melalui Yesus, meskipun kini Ia telah berpisah dari mereka.

Para murid tetap menyembah-Nya sekalipun Ia telah pergi, untuk menunjukkan bahwa meski kini Ia telah pergi ke negeri yang jauh, mereka tetap akan terus setia berbakti pada-Nya, dan mereka ingin supaya Ia tetap bertakhta dalam hidup mereka.

Yesus menginginkan penyembahan dari orang yang telah menerima berkat dari-Nya. Dia telah memberkati mereka, dan mereka menyembah-Nya untuk memperlihatkan rasa syukur mereka.

Persis seperti lagu sekolah minggu ini:
Bersyukur kepada Tuhan
Bersyukur kepada Tuhan
Sebab ia baik
Bersyukur kepada Tuhan

Penampakan kenaikan Kristus yang agung ini menimbulkan rasa kagum dan rasa syukur yang luar biasa dalam diri murid-murid-Nya. Mereka tahu bahwa sekalipun Yesus sudah berpisah dengan mereka, Yesus tetap dapat dan akan selalu mengindahkan penyembahan syukur mereka terhadap-Nya.

Penghibur

Alkisah, seorang penderita kanker sedang mendekati ajalnya. Di dalam kamar rumahnya, ia sedang dikelilingi keluarga. Ia berbicara satu persatu kepada anak-anaknya, menantu dan cucu-cucu nya.

Dengan lembut ia menasihati anak dan cucunya mengingakan mereka agar tetap menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan mereka. Lalu mengakhiri pesannya dengan memberkati semua mereka yang hadir di kamarnya.

Semua keluarga yang hadir mencucurkan air mata kesedihan karena mereka merasa takkan lama lagi bersamanya. Beberapa hari kemudian ia meninggal.

Juruselamat kita melakukan hal yang sama sebelum Dia naik ke surga. Tetapi berbeda dengan keluarga yang berduka tadi, bukannya mencucurkan air mata saat melihat Yesus pergi, para murid-Nya justru sangat bersukacita.

Mereka tahu bahwa Yesus akan segera mengirim Roh Kudus untuk tinggal dalam diri mereka menghibur mereka.

Saat kita teringat akan Juruselamat kita yang naik ke surga, marilah kita bersukacita atas berkat yang Dia tinggalkan bagi kita. Selagi masih ada kesempatan, marilah kita menyemangati orang yang kita kasihi untuk tetap menjadikan Kristus pusat kehidupan mereka.

Kelak saat kita meninggalkan dunia ini, teladan serta perkataan kita dapat menjadi berkat paling berharga yang bisa kita tinggalkan bagi orang-orang yang kita kasihi.

IA NAIK KE SURGA AGAR
ROH KUDUS TURUN MENGHIBURMU
BERSUKACITALAH

#Salam_Sehat

Minggu, 12 Januari 2020

Pesan Buku Petunjuk Praktis Berkhotbah di Sini


BAGAIMANA MENYUSUN DAN MEMBAWAKAN KHOTBAH

Buku ini lengkap mengupas bagaimana cara meningkatkan kemampuan VERBAL-VOKAL-VISUAL pengkhotbah.

Buku ini bukan buku teori berkhotbah tapi buku petunjuk praktis.



Testimoni (1)

Saya membeli buku ini 10 eksemplar. Sewaktu saya menjadi nara sumber di sebuah STT di Luwuk, saya memberikan sebagian buku ini. Sewaktu penyerahan buku, saya menyebut judul buku ini, langsung terdengar tepuk tangan meriah dari para mahasiswa. Bahkan para dosen dan pengurus yayasan menyambut antusias dengan keinginan besar belajar dari buku ini.

Terima kasih sudah membukukuan materi-materi Khotbah yang WOW.

(Dr. Griet Helena Laihad
Dosen Universitas Pakuan; Ketua Komisi PPSDI GPIB ‘Agape’)



Testimoni (2)
 
Ini buku luar biasa. Penjelasan ilmiah namun diuraikan dengan bahasa sangat sederhana. Memang WOW. Contoh khotbahnya praktis. Saya telah banyak membaca buku homilitika. Bahkan saya mengkoleksinya, dari yang tipis sampai yang tebal. Tapi, buku ini berbeda. Struktur penjelasannya runtut. Tidak bertele-tele. 

Dibanding buku sejenis, buku ini tidak teoritis melainkan sangat praktis, sehingga mudah memahaminya. Kalau buku sejenis mengulang teori-teori dari buku yang sudah ada, buku ini tidak sama. Buku ini berbeda. Bahkan penjelasan tentang ekspositori, disajikan dengan sederhana dan praktis.


Buku ini layak dibaca setiap individu yang rindu melayaniNya lewat pemberitaan Firman.
Karena  buku kecil ini akan memberi dampak positif  bagi para pengkhotbah yang ingin mencapai potensi optimalnya dalam berkhotbah.
(Pdt. Rahail Izak Martinus/Wakil Ketua Klasis GKI di Tanah Papua)


Testimoni (3)

Saya awam di bidang teologi, tapi sering ikut Kursus Teologia Praktis (KTP). Saya ikut KTP karena saya rindu belajar homilitika, ilmu berkhotbah. Setelah saya membaca buku ‘KHOTBAH WOW’ karangan Reinhard Samah Kansil, saya merasa, KTP yang saya ikuti tidak menjelaskan secara gamblang dan detail seperti buku ini.

Buku ini sangat mudah dimengerti. Penjelasannya tidak berputar-putar. Buku ini sangat membantu saya dalam menyiapkan/menulis khotbah saya. Semoga khotbah yang saya susun dan akan bawakan nanti menjadi WOW. Terima kasih Pak Pendeta. Bapak telah memberikan pelajaran yang sangat berharga untuk saya dan juga yang lainnya. Tuhan Memberkati
Amin.

(Susilo Daruleksono, Presbiter GPIB Shalom Sidoarjo)

Harga buku 80.000 + ongkir
Transfer ke BCA 007 295 2217
a/n. Reinhard Samah
Kirim bukti transfer dan
Tuliskan alamat kirim saudara ke WA: 0818 0888 2611 

Jabat Erat
Reinhard Samah Kansil, M.Th