Sabtu, 09 September 2017

BAIS & BA2S

Memang, sebagai pelayan-Nya, kita wajib rindu membaca Alkitab. Tetapi kadang kita tidak disiplin, kurang waktu, lupa, malas, dll. Kini telah ada metode membaca Alkitab yang mengatasi masalah tersebut.

Bagaimana dalam enam bulan saudara dapat membaca 1.189 pasal dan 30.861 ayat dalam 66 kitab pada Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru? Ikuti kelas ini!

Belajar Alkitab 1 Semester (BA1S) angkatan pertama telah usai. Ini sebagian kegiatan Retreat Evaluasi mereka:



Saya membuka kelas baru di Cibubur, Jatibening, Tanjung Priok dan kelas Online angkatan II. Sila mendaftar bagi Saudara yang berkerinduan belajar dan membaca hingga tuntas 66 kitab Perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB).

Bersamaan dengan itu, saya membuka juga kelas Belajar Alkitab 1 Semester Kedua (BA2S). Materi ajarnya adalah tema-tema besar yang dibahas seturut dengan apa kata Alkitab terhadap tema-tema itu. Misalnya: Kewibawaan Alkitab; Persepuluhan; Keselamatan: Iman, Anugerah atau usaha Manusia?; Bahasa Roh; Baptisan; Akhir Zaman; Kuasa Kegelapan/Ocultisme; Cerai Hidup; Trinitas; Perjamuan Kudus Anak; Natal; Paskah; Malaikat; Kerajaan Surga; Ketakbersalahan Alkitab; Ishak atau Ismail?; Apakah NASRANI itu?; Kontroversi Penciptaan; Ibadah Minggu atau Sabat?; Ajaran Ajaran lain: Saksi Yehova, Advent, dll; Sakit: Dosa atau Medis?


Bagi yang terkendala lokasi tempat tinggal, tersedia kelas online berbasis email. Segera daftarkan diri saudara mengikuti BAIS I atau BAIS II (tatap muka atau Online) dapat menghubungi 0819 3255 1765 (WA/SMS), dengan menyertakan data: Nama lengkap, asal Gereja, domisili dan ingin ikut kelas yang mana. Setelahnya, saya akan menginformasikan alamat tempat dan atau cara ikut kelas online.


#Salam_WOW/Pkh. 12:10)


Note:
* Kelas mulai: 25 September 2017
** Bebas Biaya
*** Daftar segera ke 0819 3255 1765 (WA/SMS)





Sabda Bina Diri (84) Minggu, 10 September, 1Samuel 2:1-8

BERSYUKUR
Oleh: Reinhard Samah Kansil

Bukan memohon berkat, yang utama. Mengenal Tuhanlah, berkat yang utama.

Hana banyak menerima berkat.

Nas kita khusus ayat 1, tertulis: “Mulutku mencemoohkan musuhku’, hal ini mengacu kepada tindakan mencibir yang masih dipakai di Timur Tengah untuk menunjukkan sikap mengejek dan jijik. Sementara dibagian lain tertulis: “Tidak ada yang kudus seperti Tuhan” (ay. 2). Kekudusan Tuhanlah yang membedakan-Nya dengan manusia, Dia bersifat transenden. Transendensi tersebut adalah dari segi tingkatan dan bukan dari segi jarak. Sementara di ayat 3, tertulis: “Oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji”. Kata diuji dalam terjemahan bahasa Inggris dipakai kata ditimbang (weigh) dan dapat disamakan dengan ilustrasi terkenal dari Kitab Kematian orang Mesir yang menggambarkan hati orang mati ditimbang dengan lambang kebenaran dan keadilan sebelum orang mati tersebut diizinkan memasuki dunia Osiris.

Banyaknya berkat yang Hana terima dari Tuhan merupakan alasan untuk memuji-Nya. Tuhan telah memperhatikannya; Tuhan memberikannya seorang anak, bahkan memakai anaknya itu kelak menjadi hamba-Nya. Tetapi berkat terbesar yang dialami Hana ialah ia makin dekat dan makin jelas mengenal Tuhan. Itu tampak dalam ungkapan doanya yang sarat dengan kebenaran teologis tentang Tuhan dan perbuatan-Nya. Keesaan dan keunikan Tuhan dengan jelas disyukuri Hana (ay, 2). Ia menyadari bahwa Tuhanlah yang menentukan seluruh kehidupan manusia (ay. 6-8).

Hitung berkatmu, kau kan kagum oleh kasih-Nya.

Hitunglah berkat Tuhan dalam hidup Kita. Bila kita belajar menghitung berkat-berkat yang kita terima dari Tuhan selama ini, kita akan malu sendiri. Mengapa? Karena kita kurang memuji dan kurang mensyukuri Dia. Kita cenderung mudah bersungut dan meragukan kebaikan Allah. Saat topan keras melanda hidupmu, saat putus asa dan letih lesu, hitunglah berkat Tuhan satu-satu. Niscaya engkau kagum oleh kasih-Nya (KJ. 439). Tanamkan itu dalam sanubari kita, hitung berkat-Nya, kemudian kagum dan mengucap syukurlah.

Seperti Hana, seorang pelayan hendaknya memiliki karakter bersyukur dalam dirinya. Karakter bersyukur adalah: Bersikap pengucapan syukur, berterima kasih, melayani dalam penuh pujian kepada Tuhan. Seluruh kehidupan pelayanannya adalah bentuk pengucapan syukur semata. Karena sebagai anak Tuhan yang diberi tugas melayani, Ia adalah orang yang sudah diurapi dan memegang kendali pelayanannya. Karenanya, selayaknya melayani dengan BERSYUKUR.

KEBANYAKAN DARI KITA, KERAP TAK MENSYUKURI APA YANG SUDAH KITA MILIKI, TETAPI SELALU MENYESALI APA YANG BELUM KITA CAPAI. TETAPLAH BERSYUKUR.

#Salam_WOW
 
196 Halaman Rp. 50.000,-
 

Jumat, 08 September 2017

SABDA BINA DIRI ( 83) - Sabtu, 9 September, Hakim-Hakim 16:23-31

HUMORIS NAN CERMAT
Oleh: Reinhard Samah Kansil

Pemenang tidak pernah Takut. Penakut tidak pernah menang.

Simson.yang humoris.

Bacaan kita adalah bagian akhir dari episode seorang Hakim bernama Simson. Dimulai dari Pasal 13 berakhir pada pasal 16 ayat 31, persis pada Nas ini. Ayat 25 tertulis: “Panggillah Simson untuk melawak bagi kita”. Ketika orang-orang Filistin sedang berpesta pora, Simson sedang mengilang di kilangan penjara. Tetapi, di tengah-tengah keriangan mereka, para raja kota tersebut meminta agar Simson dibawa ke kuil itu untuk menghibur mereka. Terlepas dari niat ingin mempermalukan, tak mungkin mereka memanggil Simson untuk menghibur mereka, kalau Simson tidak memiliki sisi jenaka dalm hidupnya.

Seorang Pelayan hendaknya memiiki rasa humor. Seorang Pelayan harus bisa memecahkan suasana kebuntuan dalam pelayanan, dengan jenaka. Dalam suasana yang menemui jalan buntu, seorang Pelayan dapat menciptakan kegembiraan melalui sikap jenaka. Seorang Pelayan dituntut untuk mencairkan keadaan yang panas dengan gurauan dan kelakar yang lucu. Dengan kata lain, dituntut dari seorang Pelayan sebuah cara pemecahan masalah melalui kegembiraan dan suasana sukacita akibat gurauan dan kejenakaannya.

Simson.yang cermat.

Pada bagian lain bacaan kita, tertulis, Kemudian Simson merangkul kedua tiang yang paling tengah, penyangga rumah itu, lalu bertopang kepada tiang yang satu dengan tangan kanannya dan kepada tiang yang lain dengan tangan kirinya (ay. 29). Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya (ay. 30).

Dalam keadaan mata buta, dituntun oleh seorang anak, Simson berhasil membunuh lawan-lawannya, dengan sekali tarikan kedua tangannya, robohlah bangunan besar Kuil itu. Bangunan itu tidak akan roboh kalau Simson tidak cermat menghitung kekuatan diri dan kekuatan kuil tersebut, serta bagian utama tiang penyangga Kuil. Simson Menunjukkan kecermatannya, menghitung kekuatan dirinya, menghitung berat bangunan yang disanggah tiang dan menghitung pula dengan cermat langkah kaki dan jangkauan tangannya.

Karakter Cermat wajib dimiliki seorang pelayan. Seperti Simson, perilaku seorang pelayan selayaknya mencerminkan karakter yang cermat. Seorang pelayan memberikan perhatian yang penuh minat dalam pelayanannya..Seksama dan teliti dalam segala hal. Mengamati dan memperhatikan jemaatnya dengan sungguh-sungguh. Dan, ini satu hal yang penting juga menurut saya: Berhemat dalam pengeluaran uang.

UANG ADALAH HAMBA YANG BAIK,
NAMUN IA ADALAH TUAN YANG BURUK.

#Salam_WOW

Rabu, 06 September 2017

Sabda Bina Diri – Jumat, 8 September (Hakim-Hakim 15:14-20)

INISIATOR
Oleh: Reinhard Samah Kansil

Pelayan yang baik adalah Inisiator yang baik penyelesai masalah, bukan pembuat masalah.

Inisiatif Simson.

Bacaan kita menjelaskan, setelah Simson sampai ke Lehi dan orang-orang Filistin mendatangi dia dengan bersorak-sorak (ay. 14), para utusan Yehuda tersebut membawa tawanan mereka ke sana, dan orang-orang Filistin bersukacita melihat penyerang mereka dibawa dalam keadaan terikat. Pada saat musuh-musuh Simson itu bersukaria atas kemenangan mereka, berkuasalah Roh Tuhan atas Simson sehingga dia dapat memutus tali yang mengikat dirinya. Bagi Simson tali-tali tersebut bagaikan tali rami yang sudah hangus sehingga sangat rapuh. Kemudian Simson menemui sebuah tulang rahang keledai, dipungutnya dan dipukulnya mati seribu orang dengan tulang itu (ay. 15). Setelahnya, Simson melemparkan tulang rahang itu dari tangannya dan menamai tempat itu Ramat Lehi. Inilah inisiatif Simson.

Selanjutnya, setelah lelah membunuh seribu orang Filistin, Simson menjadi haus (ay. 18) dan Simson merasa bahwa keadaannya yang melemah akan membuat dirinya mudah menjadi bulan-bulanan orang Filistin yang pasti berusaha untuk membalas dendam kematian rekan-rekan sebangsanya. Di dalam keadaan putus asa Simson berseru kepada Tuhan. Kemudian Allah membelah liang batu dan keluarlah air dari situ (ay. 19). Di tempat tersebut Allah membuat air mengalir keluar sebagai sarana untuk memuaskan dahaga Simson. Lalu Simson menamai mata air itu Mata Air Penyeru. Inilah inisiatf Simson.

Mantap hati tak takut mengambil prakarsa.

Dikekinian pelayanan kita, hendaknyalah kita menjadi inisiator pemecah masalah. Jangan jadi Inisiator pembuat masalah. Bacaan kita menerangkan bahwa Simson disamping kuat, berani dan perkasa,dia juga penuh dengan inisiatif. Simson mengambil inisiatif menamai tempat dimana dia membunuh seribu orang Flistin dengan nama RAMAT LEHI dan mata air tempat ia minum dengan nama MATA AIR PENYERU.

Seperti Simson, seorang pelayan hendaknya berani mengambil inisiatif. Seorang pelayan yang berani mengambil inisiatif mantap hatinya, tidak takut mengambil prakarsa. Dalam mengambil sebuah keputusan memiliki rasa percaya diri dan tidak tanggung-tanggung. pelayan harus tidak gentar dalam mengajukan usulan sekaligus mengambil peran secara aktif. Gagah dan tidak takut dalam mendahului mengambil prakarsa atas sebuah penyelesaian masalah.

MASALAH YANG KITA ALAMI DALAM PELAYANAN ADALAH KESEMPATAN BAGI TUHAN MENEMUKAN INISIATOR PENYELESAI MASALAH, DAN TUHAN MENEMUKAN SAUDARA. JADILAH INISIATOR PENYELESAI MASALAH, JANGAN INISIATOR PEMBUAT MASALAH.

#Salam_WOW
 
NOTE:
Saya mengadakan kelas BAIS I & II (BELAJAR ALKITAB 1 SEMESTER), tanpa biaya.
Ada kelas tatap muka (Cibubur-Jatibening-Tanjung Priok) dan ada kelas online (by: email).
Kelas dimulai pada 25 September 2017.
Sila daftarkan diri saudara ke 081932551765 (WA/SMS)
 
 

Sabda Bina Diri – Kamis, 7 September (Hakim-Hakim 14:1-7)

TEGAR TEGAS
Oleh: Reinhard Samah Kansil

Pemimpin yang baik adalah pelayan yang baik.

Cinta itu kuat.

Bacaan kita dimulai dengan: “Simson pergi ke Timna (ay. 1). Timna terletak sekitar tiga mil di sebelah barat daya Bet-Semes, di perbatasan wilayah Yehuda. Pada saat itu rupanya wilayah tersebut diduduki oleh orang Filistin, sebab Simson berketetapan untuk menikahi seorang gadis Filistin yang dijumpainya di Timna Ay. 2). Manoah, ayag Simson, terusik dengan keinginan putranya untuk menikahi seorang gadis Filistin, namun Simson tegas bersikukuh bahwa dirinya ingin menikahi gadis itu. Ambillah dia bagiku, sebab dia kusukai (ay. 3), Simson berkata tegar tegas.

Kemudian daripada itu, bacaan kita menjelaskan bahwa: Hal itu daripada Tuhan asalnya. Manoah, tidak bisa melihat sebelumnya bahwa keinginan putra mereka untuk menikahi seorang perempuan dari Filistin yang tidak bersunat justru akan menghasilkan hancurnya banyak musuh Israel. Kata-kata, memang Simson harus mencari gara-gara terhadap orang Filistin (ay. 4), bisa mengacu kepada Allah atau Simson. Mengingat sifat teologis dari pernyataan sebelumnya, tampaknya paling tepat kalau ini dipahami sebagai pernyataan bahwa Allah, melalui keinginan Simson untuk menikah, sedang berusaha untuk mengalahkan orang Filistin.

Pemimpin tegas.

Simson jatuh cinta pada pandangan pertama. Wanita yang membuatnya jatuh cinta itu adalah seorang Filistin. Bahwa "hal itu daripada Tuhan asalnya, sebab memang Simson harus mencari gara-gara terhadap orang Filistin". Peristiwa ini menjelaskan ciri khas Simson yang lebih digerakkan oleh KETEGASAN selaku seorang pemimpin.

Seperti Simson yang tegas, kitapun selaku pemimpin di rumah tangga, jemaat, tempat kerja, bahkan di pemerintahan maupun masyarakat haruslah TEGAS. Seorang Pemimpin Harus Jelas Dan Tegas. Memiliki penilaian yang baik atas berbagai persoalan dan menggunakannya untuk membuat keputusan yang terbaik pada waktu yang tepat. Seorang pemimpin harus terang, nyata dan gamblang dalam memimpin. Tidak ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Tegar tegas.

Seorang pemimpin yang jelas dan tegas tidak bimbang memilih sebuah keputusan yang harus diambil. Dalam pada itu, seorang pemimpin tidak boleh samar-samar tapi harus terang benderang dan pasti dalam bertindak dan memimpin.

Pemimpin tidak boleh kaku dan ngotot dengan segala sesuatu yang membuatnya tidak berfungsi. Tapi, mampu memimpin dengan tegas untuk memahami realitas yang muncul, lalu dengan segala sifat baik yang penuh empati, mau bersikap terbuka untuk melihat kepentingan yang lebih besar.

PEMIMPIN SEJATI AKAN BERLAKU JUJUR. HATI, TANGAN, DAN MULUTNYA BICARA DENGAN BAHASA YANG SAMA.

#Salam_WOW

Selasa, 05 September 2017

Sabda Bina Diri - Senin, 4 September (Hakim-Hakim 11:34-40)


BERNAZAR: JANGAN TERGESA
Oleh: Reinhard Samah Kansil

Banyak orang berpikir bahwa Nazar adalah cara yang terbaik untuk mendapatkan pertolongan Tuhan. Tetapi dalam banyak kejadian Nazar seringkali berbalik menjadi “kutuk” bagi orang yang bernazar.

 “Tak mengenal” pria.

Pada bacaan kita, khususnya ayat 34, tertulis: “Tampaklah anaknya perempuan keluar menyongsong dia”. Mungkin Yefta mengharapkan seorang budak yang keluar pertama kali. Ingatan akan nazarnya dan kenyataan bahwa putrinya sendiri yang keluar mengubah sukacita atas kemenangan menjadi dukacita seorang ayah yang akan kehilangan anak tunggalnya. Bagi Yefta nazar itu harus dipenuhi, dan hal itu memang dilakukan olehnya (ay. 35). Di Israel mempersembahkan manusia dilarang keras, tetapi Yefta selama ini tinggal di wilayah pinggiran di mana ide-ide kafir berlaku.

Dalam pada itu, Putri Yefta bersedia memenuhi nazar ayahnya tanpa takut. Dia hanya meminta waktu dua· bulan (ay. 37) untuk menangisi kegadisan(nya) bersama teman-temannya. Dia memandang kematiannya sesaat lagi sebagai tragedi ganda: bukan hanya bahwa dirinya akan menjadi kurban bakaran yang dipersembahkan, tetapi juga bahwa dia harus mati sebagai seorang perawan karena belum menikah. Setelah lewat kedua bulan itu, kembalilah ia kepada ayahnya, dan ayahnya melakukan kepadanya apa yang telah dinazarkannya itu (ay. 39). Sesudah dua bulan berlalu, Yefta menepati nazarnya. Sekalipun sejumlah penafsir berpendapat bahwa keperawanan kekalnya itulah yang merupakan penggenapan dari nazar tersebut, nas tampaknya secara tidak meragukan menegaskan bahwa putri Yefta mati di tangan ayahnya.

Jangan tergesa.

Yefta bertindak konsekuen. Yefta bersikap konsekuen terhadap Allah. Dalam keadaan yang sangat mengharukan dan memilukan, ia tega bersikap ksatria. Ia membayar nazarnya. Jelas ada hal yang sulit kita pahami dalam peristiwa ini dalam konteks kita sekarang. Terutama dalam terang bahwa Allah menolak pengorbanan manusia dari manusia. Mungkinkah nazar Yefta itu harus kita anggap gegabah? Paling tidak sikap Yefta yang konsekuen yang patut kita kagumi.

Roh Tuhan menjadikan perkasa. Inilah yang diperlukan setiap pahlawan iman. Roh itu menyebabkan orang gagah berani, berserah kepada Tuhan, bahkan berani bernazar kepada-Nya. Keperkasaan rohani menyebabkan orang jadi perkasa jasmani. Di medan perang, dalam usaha, dalam pelayanan, dalam perjuangan rohani, terutama dalam peperangan rohani masa kini kita perlu kuasa dari Roh Tuhan. Bukankah kita ingin berkemenangan?

Jangan tergesa mengucap janji atau nazar. Allah menginginkan hati yang terbuka pada kehendak-Nya bukan yang meluap-luap oleh semangat diri sendiri. Mereka yang telah dirubah Tuhan, memiliki kepribadian yang berpendirian dan sifat istimewa. Menjadi ciptaan baru!

YANG LEBIH BAIK DARI PADA NAZAR ADALAH BERTOBAT. MENJADI ORANG YANG DIBENARKAN.

#Salam_WOW

Sabda Bina Diri - Selasa, 5 September (Hakim-Hakim 12:8-15)


SUKSESI
Oleh: Reinhard Samah Kansil

Berebut untuk menjadi pelayan-Nya. Meski tak mampu melayani. Tak ada ilmu melayani. Yang penting tenar menjadi pelayan-Nya. Tapi IA telah memanggil dan mengutusmu. Jangan lari dari tanggungjawab presbiterialmu.

Suksesi Israel.

Ini bacaan tentang Suksesi. “Sesudah Yefta, maka Ebzan dari Betlehem memerintah sebagai hakim atas orang Israel (ay. 8). Hanya tiga hal yang dikatakan tentang Ebzan ini, yaitu: tempat kelahirannya, tempat dia dikubur dan besar keluarganya. Mungkin yang dimaksudkan adalah Betlehem di Yehuda. Sesudah Ebzan, maka Elon orang Zebulon memerintah sebagai hakim atas orang Israel (ay. 11). Yang dapat diketahui dari hakim ini hanyalah nama, tempat kelahiran, tempat penguburan dan masa tugasnya sebagai hakim.

Selanjutnya, pada ayat 13, tertulis: “Sesudah dia, maka Abdon bin Hilel”. Abdon disebut sebagai orang Piraton, penduduk Piraton yang terletak di wilayah Efraim, mungkin sama dengan Fer'ata, sekitar enam mil di sebelah barat daya Sikhem. Abdon dikenal mempunyai empat puluh orang putra dan tiga puluh orang cucu laki-laki yang mengendarai tujuh puluh ekor keledai.

Suksesi kekinian.

Tidak disebutkan dalam bacaan apakah ada persoalan yang dihadapi oleh Yefta sehubungan dengan suksesi atau pergantian penguasa. Tidak ada ribut-ribut! Apakah kelebihan Yefta dibandingkan dengan para penerusnya? Mungkinkah Yefta menunjukkan kepemimpinan rohani lebih dari lainnya? Pada waktu kepemimpinan hakim-hakim Ebzan, Elan, Abdon  tidak ada catatan mengenai kekacauan, pemberontakan atau kerusuhan. Mungkinkah para pengganti ini diberkati oleh kehidupan rohani Yefta, hamba Allah itu? Semoga.

Kita hari-hari belakangan ini baru saja menyelesaikan perhelatan suksesi majelis jemaat periode 2012-2017. Telah terpilih dan telah dibina, bahkan, Majelis Jemaat periode 2017-2022. Kalau suksesi Israel adalah peralihan kekuasaan dari satu Hakim kepada Hakim lain, maka suksesi kekinian adalah peralihan pelayanan dari satu periode kemajelisan ke periode berikut dengan susunan personalia yang berbeda. Bacaan kita mengajarkan untuk tidak selalu ribut dan bertengkar apabila bersuksesi. Sukacita dan penuh damai sejahteralah suksesi yang kita jalani. Jangan ada dusta diantara kita.

SATU KEBIJAKAN KEPEMIMPINAN TERTENTU TAK SELALU AKAN COCOK BAGI SEGALA KEADAAN.

#Salam_WOW