Sabtu, 24 Juni 2017

Sabda Bina Diri - Minggu, 25 Juni 2017

(Kisah Para Rasul 4:23-31)

JEMAAT YANG BERDOA
Oleh: Reinhard Samah Kansil

­Persekutuan Dengan Tuhan Adalah Kebutuhan Jiwa yang Melebihi Kebutuhan Lain. Doa Adalah Awal Dari Persekutuan Itu. Doa bukanlah jalan keluar untuk kita menghindari kesulitan, tapi dengan berdoa kita mempunyai kekuatan untuk menghadapi kesulitan.
Jemaat mula-mula mengajarkan demikian.

Takut, panik dan segera mencari perlindungan adalah tindakan wajar yang akan dilakukan seseorang bila berada dalam tekanan dan ancaman. Namun reaksi dan tindakan ini tidak terjadi pada jemaat mula-mula ketika mendengar berita ancaman Sanhedrin -- berita yang dibawa oleh Petrus dan Yohanes. Hal pertama yang mereka lakukan ialah berdoa (ay. 24).

Alkitab menggambarkan bahwa gereja mula-mula tidak hanya berperan sebagai gereja yang berani memberitakan firman Tuhan, tetapi juga tekun berdoa. Bagi jemaat mula-mula, ancaman penguasa dunia tidak ada artinya karena mereka memiliki Allah, Sang Pencipta yang kedaulatan-Nya mengatasi penguasa dunia.

Jemaat mula-mula dalam doa permohonannya tidak satu pun meminta keselamatan fisik atau meminta Allah menghukum mereka yang mengancam. Permohonan mereka adalah agar Allah melihat keadaan mereka (ay. 29a); agar Allah memberikan keberanian kepada mereka (ay. 29b); dan agar kuasa Allah semakin dinyatakan dengan mukjizat dan tanda-tanda (ay. 30). Allah menjawab doa mereka. Allah memenuhi mereka dengan Roh Kudus dan memberikan keberanian memberitakan firman dengan berani. Gereja yang berdoa adalah gereja yang mengarahkan jemaatnya pada misi Kristus.

Bagaimana seharusnya kita Berdoa?

Doa adalah komunikasi. Doa bergantung pada hubungan kita dengan Tuhan.
Kalau kita akrab dengan Tuhan, doa menjadi saat yang menyenangkan. Sebaliknya, jika hubungan kita dengan Tuhan terganggu, maka kita mengalami kesulitan dalam berdoa.


Kalau Sesuatu Layak Dilakukan, Itu Layak Untuk Dilakukan Dengan Baik. Begitupun doa. Begitu pentingnya doa sehingga pemazmur mengawali hari-hari nya dengan doa kepada Tuhan (Maz. 5:3–4 ). Dan mengakhirinya pada malam hari juga dengan doa (Maz.4:8–9).

Tuhan Pastilah Pendengar Yang Baik. Bayangkan, Berapa Banyak Doa
Yang Didengar-Nya Setiap Detik Dan DIA Tetap Menjawabnya Secara Diam-diam...

Karenanya, berdoalah. Selagi engkau masih diberi kesempatan untuk itu.



Jumat, 23 Juni 2017

Sabda Bina Diri - Sabtu, 24 Juni 2017

(Roma 7:21-25)

PAHLAWAN DIGDAYA
Oleh: Reinhard Samah Kansil

Perang terakbar dalam sejarah umat manusia bukanlah perang dunia ke 2. Perang paling heroik adalah perang melawan diri sendiri. Dan kemenangan terakbar adalah menang terhadap peperangan melawan diri sendiri.

Paulus mengalaminya.

Paulus berkesimpulan bahwa ketika ingin berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padanya. Keinginan Paulus untuk melakukan hal yang baik memperoleh perlawanan sengit dari apa yang ia namakan hukum lain (ay. 21).

Dalam pada itu, pada sisi lain yang lebih menyenangkan, Paulus menyatakan: di dalam batinku aku suka akan hukum Allah (ay. 22). Inilah tanggapan batin Paulus terhadap hukum Allah dan tanggapan ini ia berikan sebagai seorang anak Allah.

Pada saat yang bersamaan Paulus melihat dan berkata, "Di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain." Dirinya yang sejati, manusia batiniahnya, dengan hukum Allah. Tetapi ada hukum lain (hukum dosa) yang menawan "aku"-nya, menjadikan dia tawanan. Tetapi sebelum menawan Paulus, hukum dosa terlebih dahulu berjuang melawan hukum akal budi-nya. Yang dimaksudkan dengan hukum akal budi dan manusia batiniah, adalah diri Paulus sesungguhnya yang dikuasai oleh Allah (ay. 23)

Kitalah pemenangnya.

Syukur kepada Allah. Pembebasan datang melalui Yesus Kristus, Tuhan kita (ay. 25). Yesus Kristus sang pembebas membebaskan Paulus. Dengan akal budi Paulus terus melayani hukum Allah.

Bukan hanya untuk pembenaran kita harus sepenuhnya bersandar pada anugerah Allah, dalam pergumulan melawan dosa untuk hidup kudus pun kita harus terus mengandalkan Kristus. Kemampuan Untuk Bertahan Bukanlah Sekadar Kemampuan Untuk Menanggung Perkara yang Sukar, Namun Kemampuan Untuk Mengubahnya Menjadi Kemuliaan.

Jangan pernah surut dalam perang melawan dosa. Berperanglah terus. Kita pasti akan menang, apabila kita mengikuti Kristus, Pahlawan digdaya itu!

Kamis, 22 Juni 2017

Sabda Bina Diri - Jumat, 23 Juni 2017

(Roma 5:12-21)

MULIAKAN TUHAN DENGAN HIDUP DAN KEHIDUPANMU
Oleh: Reinhard Samah Kansil

Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat. (ay. 13). Paulus menunjukkan bahwa dosa tidak dimulai dengan hukum Taurat Musa, tetapi telah ada di dunia ini, atau telah ada sebelum hukum Taurat itu ada. Oleh karena itu, hukum Taurat Musa bukanlah satu-satunya peraturan kehidupan, karena sebelum hukum Taurat diberikan, sebelumnya sudah ada peraturan, dan peraturan itulah yang telah dilanggar.

Hal itu juga menunjukkan bahwa kita tidak dapat dibenarkan oleh ketaatan kita kepada hukum Musa lagi, seperti juga kita tidak bisa dihukum karena ketidaktaatan kita kepada hukum itu. Dosa sudah ada sebelum ada hukum Taurat.

Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran  untuk hidup (ay. 18)

Dosa masuk ke dunia oleh Adam, dosa itu ditebus oleh Yesus Kristus.

Kristus telah mengalahkan kuasa iblis, dosa dan maut. Tetapi sehari-hari dalam kehidupan sebagai orang beriman, kita berada di antara pelanggaran Adam dan kasih karunia Allah. Kita benar-benar mengalami dasyatnya pergumulan, kita harus menentukan pilihan yang tepat. Dalam pergumulan sengit itu acap kali kita merasa tak kuat melawan dosa, ingin menyerah saja. Ingat betapa besar korban kasih Kristus dan betapa kuat dahsyat kuasa anugerah-Nya mengalahkan dosa!

Ingatlah! Kita telah kehilangan kemuliaan karena Dosa. Tapi Ia dengan bilur dan darahNYA telah memuliakan kita. Diri Kita Adalah Kanvas yang Terlalu Sempit, Terlalu Terbatas, Untuk Memuat Kebesaran Kebenaran Tuhan.

Walau begitu, tetaplah,  muliakan DIA dengan hidup dan kehidupanmu.
Sekarang dan disini…!


Salam WOW

Rabu, 21 Juni 2017

Sabda Bina Diri - Kamis, 22 Juni 2017

(Roma 3:9-20)

DIBENARKAN
Oleh: Reinhard Samah Kansil

Tanpa anugerah Allah, semua manusia tidak berdaya (ayat 9). Semua manusia berdosa dan tidak layak di hadapan Allah.  Tak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat (ay. 19).

Justru Taurat mengantarkan manusia pada pengenalan akan dosa.

Taurat memperkenalkan dosa bukan menyelamatkan. Hukum Taurat bukan jalan keselamatan. Terbukti orang Yahudi sendiri melanggarnya. Justru dengan mengandalkan ketaatan melakukan Taurat, orang Yahudi disadarkan bahwa mereka tak mungkin dibenarkan di hadapan Allah.

Dihadapan Allah, manusia dibenarkan bukan oleh pelaksanaan Hukum Taurat. Tapi oleh Iman, Firman dan AnugerahNYA. Sola Fide-Sola Scriptura-Sola Gratia.
Kita yang tadinya: 1) Tidak ada yang benar; 2) Tidak ada yang berakal budi (ay. 11); 3) Tidak ada yang mencari Allah; 4)  Tidak ada yang berguna (ay. 12); 
5)  Tidak ada yang berbuat baik.
Menjadi benar, berakal budi, mencari Allah, berguna dan berbuat baik, karena perkenan pengampunan dariNYA. Karena Iman, Firman dan AnugerahNYA.

Ribuan tahun usaha kita untuk dibenarkanNYA lewat hukum taurat, telah gagal. Kini, IA menghampiri kita dengan memberi anakNYA yang tunggal, supaya barang siapa yang percaya kepadaNYA, tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Tertinggal putusan pada kita. Percaya atau tidak?


Salam WOW

Selasa, 20 Juni 2017

Sabda Bina Diri - Rabu, 21 Juni 2017

(Roma 3:1-8)

SETIALAH
Oleh: Reinhard Samah Kansil

Rancangan Allah tentang keselamatanmu tak kan pernah gagal. Kesetiaan Allah tak tergantung pada kesetiaanmu. Ketidaksetiaanmu tak membatakan kesetiaan Allah. Bukan perbuatanmu yang menyelamatkanmu, tapi imanmu.

Tapi, tetaplah setia.

Surat Roma ini merupakan surat Paulus yang paling panjang, sistematis dan paling teologis, serta paling berpengaruh. Paulus menulis kitab ini dengan gaya tanya-jawab atau gaya diskusi (ay. 1,4-6). Tema besar yang melingkupi surat ini, adalah soal keselamatan.

Kalau orang-orang Yahudi menitikberatkan pada perbuatan, Paulus mengatakan, kekristenan, tidak. Kalau hukum Taurat mengatakan engkau harus setia menjalankan hukum lalu Allah akan setia, Paulus mengatakan kesetiaan Allah tak bergantung pada kesetiaanmu (ay. 3).

Pada hakekatnya, manusia cenderung berbuat dosa. Tanpa penebusan dosa, tak ada manusia yang selamat. Kasih karunia Allah yang mengorbankan anakNYA yang Tunggal agar kita semua diselamatkan, haruslah diimani. Adapun perbuatan baikmu adalah ucapan syukur semata, KARENA telah diselamatkan. Bukan UNTUK diselamatkan.

Keselamatanmu tak akan pernah hilang. Allah dengan kedaulatanNYA telah merancangkan Keselamatan untuk dirimu.

Dan rancanganNYA tak pernah gagal.



Salam WOW

Senin, 19 Juni 2017

Sabda Bina Diri - Selasa, 20 Juni 2017

(Roma 2:1-11)

MENGHAKIMI
Oleh: Reinhard Samah Kansil

Menghakimi adalah: “Barang siapa berhati egois & terlampau mementingkan diri sendiri”,
Hakim-hakim amatir ini tidak akan beroleh kemudahan dalam hidupnya.


Tapi,

Barangsiapa berhati mulia & bertindak demi kepentingan orang banyak,
ia akan beroleh kemuliaan dalam hidupnya.

Paulus berkata:  ‘Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya’ (ay. 6)

“Dalam Hidup kekristenan sejati, ‘menghasikan’ adalah kata kunci dari kerja keras. ‘Melipatgandakan’ adalah kata kunci dari kerja cerdas. ‘Memenangkan’ adalah kata kunci dari kerja tulus.

Salam WOW


Minggu, 18 Juni 2017

Sabda Bina Diri , 19 Juni 2017 (1Kor. 7:17-24)

Senin, 19 Juni 2017

SUNAT
Oleh: Reinhard Samah Kansil

Bersunat dalam rangka kesehatan adalah sah. Baik adanya.
Tapi, bersunat agar dikenanNYA, nanti dulu!

Contoh (ay. 18) yang diungkapkan oleh Paulus adalah mengenai bersunat atau tidak bersunat. Orang-orang Yahudi menekankan sunat sebagai wajib hukumnya. Apakah orang Kristen harus bersunat? Atau sebaliknya tidak perlu bersunat? Dalam hal ini, tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka. Perkenanan Tuhan tidak mengenal batas.

Sunat tak berhubungan dengan perkenan Tuhan.

Intisari nasihat Paulus (ay. 24): Hendaklah tiap-tiap orang tinggal di hadapan Allah dalam keadaan seperti pada waktu ia dipanggil, adalah bermaksud untuk mengatakan, apabila engkau dipanggil dalam keadaan tidak bersunat, tinggalah engkau dalam keadaan demikian. Dan engkau akan tetap dikenanNYA. Saat kita menanam padi, rumput ikut tumbuh, tetapi saat kita menanam rumput tidak pernah tumbuh padi. Ketika kita berbuat yang dikenan Tuhan, kita akan beroleh perkenan Tuhan.Ketika kita berbuat yang tidak dikenan Tuhan, kita tak akan beroleh perkenanNYA.

Sunat yang memotong lalu membuang bagian yang ‘kotor’ dari tubuh kita adalah sunat jasmani. Sunat yang memotong lalu membuang bagian yang kotor dari hati, pikiran dan jiwa kita adalah sunat rohani.

Namanya sunat hati.

Sunatlah hatimu yang dengki.  Pikiranmu yang selalu buruk dan kotor.  Sunatlah jiwamu yang kerdil dan hampa. Lakukan berulang setiap kali engkau merasa perlu melakukan sunat rohani.

Tapi, jangan lakukan sunat jasmani berulang, sebab akan fatal akibatnya.


Salam WOW

Sabtu, 17 Juni 2017

Sabda Bina Diri 18 Juni 2017 (1Kor. 7:1-11)

TAK ADA KATA CERAI DI KPK

Oleh: Reinhard Samah Kansil
Minggu 18 Juni 2017

"Ia sudah terlalu menyakiti hatiku. 
Aku tak tahan lagi hidup bersama dia.
Aku mau cerai saja!"

Cerai? Bolehkah? Apa jalan keluar terbaik bagi pasangan suami isteri yang konfliknya sudah memuncak? Siapa yang berhak memutuskan ikatan pernikahan? Suami? Atau isteri? Tidak ada! Tak satu pun manusia yang berhak memutuskan ikatan perjanjian pernikahan. Yang sudah dipersatukan oleh Tuhan tak dapat dipisahkan oleh manusia.

Saya dan VG. YUBAL dari GPIB Agape, beberapa kali menyanyikan lagu ini di pernikahan warga jemaat. Penggalannya: “Dengarkanlah, wanita pujaanku. Malam ini akan kusampaikan. Janji suci, satu untuk selamanya. Dengarkanlah kesungguhan ini. Aku ingin mempersuntingmu, tuk yang pertama dan terakhir…”. Yovie, pengarangnya, memberi judul lagu ini, ‘JANJI SUCI’

Tepat sekali! Pernikahan kudus adalah janji suci, Seperti ikatan perjanjian (covenant). Perjanjian Allah dengan umat-Nya. Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap pernikahan,

Paulus (ay. 5) dengan tegas menulis, "Janganlah kamu saling menjauhi, ..." Tentunya hal ini berlaku untuk pasangan yang diberkati di gereja yaitu bagi suami dan isteri yang sudah mengucapkan janji pernikahan di hadapan jemaat.

Hanya karena anugerah-Nya pasangan suami isteri dapat saling memberi diri, saling menerima apa adanya, saling mengampuni dan saling menguduskan. Kalau Saudara sedang mengalami konflik dengan pasangan hidup Saudara, berdoalah! Mintalah kasih setia Allah memenuhi hati Saudara kembali.

Ingatlah Yesus sudah memberi diri-Nya untuk Saudara dan pasangan Saudara.  Saudara dan dia adalah satu di dalam Tuhan.
Hai pasutri Kristen, janganlah sedetikpun punya pikiran untuk cerai. Tak ada kata 'cerai' di KPK. Kata ‘cerai’ tak dikenal dalam KAMUS PERNIKAHAN KRISTEN!


Salam WOW

Jumat, 16 Juni 2017

Sabda Bina Diri, Sabtu 170617 (1Kor. 6:1-11)

KONFLIK? TAK MENGAPA!
Oleh: Reinhard Samah Kansil

Dalam hidup, kita tak pernah tak berkonflik. Petakan konflik tersebut. Ajak pihak yang berkonflik untuk melalui, melewati dan menyudahinya.
Konflik? Tak mengapa! Ini memperlihatkan relasi antar manusia yang nyata. Bila suatu relasi tak pernah mengalami konflik, jangan-jangan relasi itu tidak pernah ada. Semu belaka. Jadi, pertanyaannya bukan bagaimana membuat hubungan kita dengan sesama, bebas konflik. Melainkan bagaimana menyelesaikan konflik dengan baik. Lewat cara menjunjung tinggi kemanusiaan, menghormati kebenaran dan memenangi hati semua pihak dengan kasih.
Tetapi, tetap, konflik harus disudahi.
Menurut Rasul Paulus, semua perkara tidak layak untuk dipertengkarkan. Konflikmu dengan mudah dapat diselesaikan, jika kamu pertama-tama dapat menaklukkan dirimu sendiri dan tunduk kepada watak Kristen yang sejati.
Bersabarlah kamu seorang terhadap yang lain, niscaya, yang paling tidak terpelajar di antara kamu sekalipun dapat mengakhiri perselisihanmu Jika kamu mempunyai perkara-perkara yang belum terselesaikan seperti itu, serahkanlah perkara itu kepada mereka yang berhikmat di antara kamu. Dengan menyerahkan perkara itu kepada seseorang di dalam jemaat untuk diselesaikan: “Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudaranya? (ay. 5). Jangan mencari keadilan dari orang yang tidak beriman. Selesaikan konflikmu diantara kamu sendiri.
Jangan melihat konflik sebagai sesuatu yang buruk. Konflik yang dikelola dengan baik akan membawa kemajuan bagi diri kita.
Sama seperti Kereta api bergerak maju karena terjadinya gesekan antara bantalan rel yang besi dengan roda kereta api yang juga besi.
S’bab ada tertulis, besi akan menajamkan besi, manusia menajamkan sesama.

Kamis, 15 Juni 2017

Sabda Bina Diri, Jumat 16.06.17 (1Kor. 5:1-8)

BANGGA AKAN DOSA
(Oleh: Reinhard Samah Kansil)

Sepenggal lirik lagu yang didendangkan Ebiet G. Ade: ‘Mungkin Tuhan mulai bosan, melihat tingkah kita, yang selalu salah dan BANGGA AKAN DOSA dosa…’, dikutip menjadi judul sabda bina diri ini.

Kondisi jemaat di Korintus sangat bobrok! Sebagai kota pelabuhan, Korintus menjadi kota yang angkuh secara intelektual, kaya secara materi, tapi bejat secara moral.

Ada di antara warga jemaat Korintus yang melakukan dosa memalukan. Bahkan, dosa yang orang kafir pun tidak melakukannya. Paulus sangat terpukul oleh kebobrokan tersebut. Namun, justru, jemaat Korintus sendiri bangga (ay. 2).

Mereka bangga karena menganggap bahwa sikap menerima orang-orang yang melakukan percabulan dalam persekutuan sebagai suatu kemajuan. Seharusnya jemaat berduka dan bertindak!

Kebanggaanmu terhadap dosa, tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan? Contoh buruk yaitu dosa yang dibanggakan sangatlah mencelakakan, serta menyebar sampai ke mana-mana. Seekor domba berkudis akan menulari seluruh kumpulan domba. Sedikit ragi akan segera menyebar dan mengkhamirkan seluruh adonan (ay. 6-7).

Bagaimana dan apa sikap kita?

Singkirkan Dosa! jika dibiarkan, dosa akan seperti ragi, menjalar ke seluruh jemaat. Dosa bukan hanya membinasakan pelakunya tetapi juga seluruh jemaat. Mereka akan terbiasa dengan dosa sehingga akhirnya tidak takut lagi berbuat dosa. Orang yang berdosa harus didisiplinkan. Disiplin yang dijatuhkan kepada orang berdosa itu adalah bukti bahwa jemaat mengasihinya. Disiplin gerejawi dijalankan demi menjaga kekudusan warga jemaat dan pribadi bersangkutan. Tidak mudah memang, terlebih masa kini, tetapi tindakan itu harus diambil.

Lakukan pendisiplinan itu sambil berdoa. Tuhan akan menghukumnya, tapi bukan untuk menghancurkannya melainkan untuk memulihkan dan memurnikan orang yang dikasihi-Nya.

Yang Baik Dari Masalah, Adalah Bukan Ketika Kita Sedang Berada Dalam Masalah, Melainkan Ketika Kita Keluar Dari Masalah.

Sabtu, 03 Juni 2017

BELAJAR 1-2 KORINTUS

MASALAH

Belajar Alkitab I Semester (BAIS) kelas Cibubur tadi pagi, membahas 1&2 Korintus. Setelah tuntas saya uraikan kedua kitab dimaksud.Tibalah giliran diskusi. Seorang peserta bertanya: “Minggu lalu, ketika bahas Kitab Roma, bapak hendak menjelaskan tentang karunia bahasa roh di Korintus hari  ini, gimana Pak?”

Oh, itu. Jadi begini, tadi saya sudah sampaikan bahwa di  2 Korintus tema besarnya adalah Penderitaan dan Kemuliaan. Sementara di 1 Korintus tema besarnya adalah: “Masalah-Masalah Jemaat dan Pemecahannya”. Nah, soal karunia bahasa Roh ini, adanya di 1 Korintus. Jadi, karunia bahasa Roh adalah salah satu penyebab, dari sekian banyak penyebab, timbulnya masalah di jemaat Korintus.

Paulus mengatakan, karunia bahasa Roh adalah bersifat membangun pribadi, tidak membangun jemaat. Justru sebaliknya, bagi orang-orang yang tidak mengerti ada jemaat yang berbahasa roh, menganggap orang tersebut gila dan menimbulkan pertentangan dikalangan jemaat di Korintus.

Paulus mengatakan karunia yang terbaik adalah karunia mengajar, bukan karunia berbahasa roh.
Masalah timbul karena karunia berbahasa roh ini dan Paulus mengusulkan  untuk diadakannya penerjemah bahasa roh itu agar jemaat mengerti.

Jadi, bagaimana Pak? Udah, ga penting itu. Yang penting justru karunia mengajar. Seperti yang sedang saya lakukan sekarang ini.

#Salam_WOW

KERJA

I Shall Return


Pagi-pagi benar, saya memberitakan Firman Tuhan pada ibadah Doa Subuh di Gereja. Nas bacaan terambil dari Yoh. 14:28-31. Saya mengajak umat membaca juga Yoh. 14:1-6.
Ada tiga hal yang menjadi pokok renungan pagi tadi. 1) Janji Yesus untuk kembali; 2) Yesus memberikan penghibur; 3) Yesus mengajak bangun berjalan.
Dirumah BapaKu banyak tempat. Aku akan kesana menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku sudah menyediakan tempat, Aku akan kembali. JanjiNya untuk kembali harus diimani akan ditepati.
Selama Ia dirumah Bapa, Ia akan menyediakan bagimu, penghibur. Dialah Roh Kudus. Oknum ketiga ini akan membimbing, mengarahkan setiap langkah hidupmu. Apabila engkau terjatuh, takkan sampai tergeletak. S'bab IA menopang tanganmu.
Tak hanya berjanji akan kembali dan memberikan penghibur ganti DiriNYA. Yesus juga mengajak kita melakukan langkah konkrit. Bangkit dari keterpurukan. Bangun dan berjalan bersama-sama dengan DIA melakukan kerja-kerja nyata di Dunia.
Doakan yang kita kerjakan, kerjakan yang kita doakan.😇

Kamis, 05 Januari 2017

Catatan Natal 2016: KESEHARIAN HIDUP ADALAH LITURGI AGUNG

Arak-arakan Mengingatrayakan


Natal tahun ini saya merayakannya di Yogya. Mulai dari 24 Desember Pagi sampai nanti 27 Malam kembali ke Jakarta, saya memaknainya sebagai sebuah ibadah. Ibadah Natal.

Arak-arakan mengingatrayakan perjumpaan dengan bayi Natal dalam tata tertentu, kita kenal sebagai ibadah ritual. mengingatrayakan perjumpaan dengan bayi Natal tersebut, apabila terjadi dalam kehidupan sehari hari, kita kenal sebagai ibadah aktual.

Ibadah itu terjadi dan diadakan dengan tata tertentu yang sedemikian, disebut dengan LITURGI.

Ada sedikitnya empat rumpun dalam sebuah liturgi di ibadah ritual: 1) Menghadap Tuhan; 2) Pelayanan Firman; 3) Jawaban Umat; 4) Pengutusan. Menghadap Tuhan terdiri dari: Votum, Nas pembimbing, Pengakuan dosa, Berita anugerah dan petunjuk hidup baru.
Sementara Pelayanan Firman terdiri dari: Doa Epiklese, Pembacaan Firman dan Khotbah. Dalam pada itu, Jawaban Umat adalah: Nyanyian sambutan, Pengakuan Iman Rasuli, Doa Syafaat dan Persembahan. Terakhir Pengutusan: Warta Jemaat, Amanat Pengutusan dan Berkat.
Sesungguhnya, LITURGI AGUNG itulah hidup keseharian kita.

Seperti pagi, 24 Desember kemarin lusa, kami sekeluarga bangun dengan nyanyian Suci-suci-suci. Lalu kami berkemas bersiap ke bandara menuju Yogya diiringi narasi Votum: Pertolongan kami ialah dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi. Dan benar, kami tiba dengan tidak kurang suatu apa di Bandara.

Selesai check in, kami menuju kantin untuk sarapan. Ditengah kami sarapan, dibangku sebelah agak kebelakang, seorang bapak muda terdengar marah-marah kepada pelayan kantin: ‘Mbak ini nasi gorengnya terasa seperti makanan busuk’, ‘kok begini ya masakannya’? Saya tidak mendengar jawaban si mbak. Tapi saya menengok ke piring Bapak muda itu. Lha kok tandas nasi gorengnya? Apa benar busuk nasi goreng itu? Saya terheran-heran membatin di hati. Aha, ini liturgi pengakuan dosa. Hmmm…

Liturgi berlanjut, ketika pesawat take off, persis disebelah saya, seorang ibu tua bersama anak dan cucunya yang bayi, berdoa bersama dipimpin sang anak sambil mengendong bayinya. Selesai berdoa, mereka melakukan gerakan salib menggunakan tangan. Ya, mereka Katolik. Sementara itu, di belakang saya sekitar 2 baris, lamat-lamat terdengar Asma Alloh dikumandangkan mengiringi pesawat yang take off. Ah, sebuah liturgi menghadap Tuhan yang sungguh Agung.

Berita anugerah dan petunjuk hidup baru kami ejawantahkan setelah ibadah ritual malam Natal di GKJ Mergangsan, Taman Siswa, Yogyakarta dengan makan malam seluruh keluarga besar di Ikan Bakar Cianjur. Sebuah pengucapan syukur atas berkat yang Tuhan limpahkan bagi keluarga besar kami.

Pelayanan Firman akan saya kumandangkan pada besok siang 27 Desember. Adalah Trah Sastro Hadi Sadewo yang rutin tiap tahunnya mengadakan ibadah Natal. 3 Tahun terakhir ini saya pelayan Firmannya. Inipun sebuah Liturgi Agung, karena umat yang hadir dalam ibadah Natal tidak hanya Protestan dan Katolik saja melainkan Saudara-saudara kami yang Muslim pun hadir dan mengikuti ibadahnya. Sebuah hidup dan kehidupan yang Indah, bukan? Sebuah rumpun liturgi Jawaban Umat yang menginspirasi.

Akhirnya, Liturgi ditutup dengan, kembalinya kami ke Jakarta nanti 27 Desember malam. Pengutusan kami diiringi dengan narasi: “Pergilah, beritakanlah Bayi Natal yang baru lahir itu”. Arahkan hati dan pikirmu kepadaNYA, serta terimalah BerkatNYA: Kiranya Bapa yang pohon segala sejahtera, mau mengaruniakan sejahteraNYA, melalui Anaknya yang Tunggal, Tuhan Kita Yesus Kristus. Dan dengan perantaraan Roh Kudus, menyertai engkau dan seisi rumahmu serta seluruh handai taulanmu, mulai saat ini, sampai Maranatha.

Amin.

RSK
Yogyakarta, 26 Desember 2016

Senin, 28 November 2016

BELAJAR ALKITAB 1SEMESTER

BAIS
(Belajar Alkitab 1 Semester)



Kelas Alkitab bagi awam, menelusuri penjelasan ayat per ayat dalam 66 Kitab PL/PB. Kupas tuntas: Penulis, Waktu & Tujuan Penulisan, Sejarah, Tema Sub Tema, Garis besar isi dan Ciri Khusus dari masing-masing Kitab.

Mengundang saudara2 belajar Alkitab, Setiap Senin, 09.30-11.30 wib, mulai 11 Desember 2016, di Cibubur, Jakarta Timur. 6 Bulan = 24x Tatap Muka @120 menit + 48 Jam Belajar Mandiri.

Pengajar: Reinhard Samah Kansil, M.Th.

Capaian Pembelajaran: Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta diharapkan mampu menerapkan kompetensi pembelajaran Alkitab dalam kehidupan Pelayanan-Persekutuan-Kesaksiannya.

* DAPAT SERTIFIKAT
* BEBAS BIAYA
* PENDAFTARAN: WA/SMS: 0819 3255 1765 (ketik nama & asal Gereja)

Temu 1: Sejarah Kanonisasi (perkenalan, rencana pembelajaran, tugas2)
Temu 2/3: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan (Evaluasi Temu 1)
Temu 4: Kitab Sejarah (9 Kitab sebelum pembuangan:Yosua, Hakim2, dstnya)
Temu 5: Kitab Sejarah (3 Kitab di pembuangan: Ezra, Neh, Ester)
Temu 6/7: Nabi-nabi Besar (Yes, Yer, Ratapan, Yehezkiel, Daniel)
Temu 8/9: Nabi-nabi Kecil (12 Kitab: Hos, Amos, Obaja, Yoel, Yunus, dst)
Temu 10/11: Tulisan/Dokumen (Maz, Ams, PKH, Kid Agung, Ayub)
Temu 12-15: Injil Sinoptik (Matius, Markus, Lukas) & Yohanes
Temu 16: Kisah Para Rasul (Evaluasi temu 15, FGD, Tugas-tugas)
Temu 17: Surat2 Paulus/Roma (Evaluasi temu 16, FGD, Tugas2)
Temu 18: Surat2 Paulus/1-2 Kor (Evaluasi temu 17, FGD, Tugas2)
Temu 19: Surat Paulus ke jemaat (Gal, Ef, Filipi, Kolose, 1-2 Tes)
Temu 20: Surat2 Rasul Paulus kepada pribadi (1-2 Tim, Titus, Fil)
Temu 21/22: Tujuh Surat bukan Paulus (Yak, 1-2 Pet, 1-3 Yoh, dst)
Temu 23: Dokumen-dokumen (Ibrani dan Wahyu)
Temu 24: Evaluasi Akhir (Tugas Akhir: Kelas & Mandiri, Sertifikat)

#Terbatas_20_Orang

Senin, 21 November 2016

ARAK-ARAKAN MENGINGATRAYAKAN JUMAT AGUNG & PASKAH DI YERUSALEM

MENGINGATRAYAKAN JUMAT AGUNG & PASKAH DI YERUSALEM

Lalu Menuliskan Ziarah Anda ini dan bersama
rombongan saya menjadikannya sebuah buku.
MESIR-ISRAEL-PALESTINA-YORDANIA
9-19 April 2017 (11 hari).




Damai sejahtera bagi Bapak/Ibu terkasih,
Apa kabar? Sudah lama kita tak jumpa, semoga kita sehat senantiasa dalam pemeliharaanNYA.
Saya berkerinduan mengajak Bapak/Ibu melakukan ziarah, melakukan perjalanan mengingatrayakan Jumat Agung dan Paskah di Yerusalem lalu mengadakan perjumpaan denganNYA di Kilometer Nol.
Di kilometer NOL Kita berjumpa dengan Yesus Kristus pemenang hidup dan kehidupan. Ya, Di kilometer NOL perjumpaan, di Yerusalem, kita akan mengingatrayakan penderitaan yang berubah menjadi kemenangan. Di kilometer NOL kita akan menapaktilasi jalan panjang penderitaan menuju kemenangan agung itu, kebangkitanNYA. Sungguh ziarah rohani kebangkitanNYA yang menginspirasi dan tak lekang dari ingatan.

Perjumpaan kita denganNYA di kilometer NOL ini akan kita abadikan. Kita akan bukukan tulisan dan gambarnya menjadi sebuah monumen abadi, berupa kumpulan tulisan dan gambar kita masing-masing. Saya akan melatih Bapak/Ibu menulis baik dan benar sebelum keberangkatan. Lalu saya yang akan menyunting tulisan dan gambarnya agar menjadi layak buku.

Kata-kata menguap tulisan tinggal tetap. Bahasa latinnya: Verba Volant scripta manent. Bukankah kita ingin, pengalaman dan pemikiran kita tetap ada sampai ratusan, ribuan tahun kemudian? Bagaimana caranya? Caranya adalah, kumpulkan dalam sebuah buku. Pengalaman perjumpaan kita mengingatrayakan Jumat Agung dan Paskah di kilometer NOL itu, ditulis didokumentasikan dalam bentuk buku. Bahkan, bisa kita jual di toko-toko buku Rohani.

Bayangkan, seratusan tahun dari hari ini, dari kekekalan, kita menatap cucu-cicit kita yang sedang membaca buku yang ada tulisan kita. Bagaimana perasaan kita? Bangga dan terharu pastinya. Ya, tulisan kita akan menjadi abadi. Tulisan kita menjadi monumen diri yang akan terus dibaca orang banyak sepanjang masa.

Tuhan Yesus Memberkati.

Note:
* Biaya normal $ 2.500; Pembayaran sebelum 28 Februari $ 2.150
* Tanda jadi kepesertaan sebelum 28 Februari 2017 sebesar $ 500
* Bebas Biaya (pelatihan menulis 1 hari, penyuntingan, desain/layout, pencetakan buku) sebesar Rp. 3.000.000,-/orang, dimana masing2 akan mendapatkan 10 eksemplar buku karyanya.
* Tanggal 9 April 2017 pelatihan menulis di Jakarta.
* Tanggal 10 April berangkat ke Mesir.
* Tanggal 19 April 2017 kembali ke Jakarta.
* Pendafaran:
WA: 0819 3255 1765; SMS: 0818 0888 2611; email: reinhardsamahkansil@gmail.com; fanpage: Reinhard Samah Kansil

Rabu, 12 Oktober 2016

ANIES (lagi)

Lagi, teman saya bertanya tentang Anies. Teman saya ini sesama alumni UGM. Ia mempertanyakan kenapa ga mendukung Anies sebagai sesama alumni. Sambil ngopi di mall, ini sepotong percakapan di sepotong sore itu:


Teman (T): “Kenapa sih ente ga dukung Anies? Kita kan sama alumni UGM? Udah gitu, dia santun dan ganteng lagi”.
Saya (S): “Halah, kurang santun dan kurang ganteng apa Sanusi dan Irman Gusman? Sampeyan jangan silau dengan santun dan gantengnya kandidat. Ini Pilkada DKI, emangnye acara ‘Take Me Out”? Lagian, kata istri saya, jauh kemana-mana gantengan saya dari Anies, hahahaha…”

T: “Ane ga becanda nih. Sebagai sesama aktifis kampus, apa ente ga nyesel, alumni UGM ga mimpin Jakarta? Sekarang kan era UGM, itu Presiden kita kan alumni juga”.
S: “Betul, sebagai alumni UGM saya ga akan dukung alumni Trisakti, apalagi alumni Akabri. Saya akan dukung Alumni UGM. Namanya Djarot...!”
T: “Hah…! Djarot alumni UGM”?
S: “Nah, udah saatnya sampeyan perbanyak piknik. Jarot itu lulusan Fisipol UGM th 1991”.


Teman saya terdiam agak lama. Sepertinya kehabisan pertanyaan. Kopi dicangkirnya diteguk, pertanyaan2nya dilanjutkan, ternyata:


T: “Sebagai mantan menteri, Anies sukses disektor yang dia pimpin lho? Apa ga bisa jadi pertimbangan ente”?
S: “Eh bro, pendidikan hanya 1 sektor saja di Pemda DKI. Bisa apa Anies ngurusin APBD yang dijebol maling, kali kotor, penyerobotan tanah Negara, kinerja layanan public yg jeblok, birokrat korup & malas, trotoar amburadul, infrastruktur transportasi coreng moreng, absennya taman kota, perumahan bagi rakyat kecil, dll, dll”?

T: “Iya tapi, kepuasan public atasnya no 2 setelah menteri Susi lho”?
S: “Aduh bro, emangnya Jokowi linglung? Nyopot menteri bagus? Nggak lah. Anies itu ga bisa mimpin. Kinerjanya jeblok di Kemdikbud. Anies menteri gagal, makanya dicopot”.

T: “Salah ente, Anies menakutkan jokowi di tahun 2019, makanya dicopot. Lihat aja kalau dia udah ngomong narasi2 besar yang memotivasi rakyat Indonesia. Tutur katanya menghipnotis rakyat”.
S: “Hahahaha bro…bro, sampeyan udah tertular virus delusinya Anies. Ga ada seujung upilpun, jokowi mikirin Anies akan berlaga di 2019. Kinerja, sekali lagi kinerja yang dilihat Jokowi dari Anies di Kemdikbud. Anies jeblok di Kemdikbud, bro. Lagian, kita mau pilih gubernur atau motivator sih? Cukup Mario Teguh sajalah yang jadi motivator. Oh, apa sampeyan mau mengantikan Mario Teguh dengan Anies? Secara Mario Teguh ga punya DNA motivator”?


Sekelebatan saya lihat teman saya cepat meneguk kopi dari cangkirnya.Ternyata habis.


S: “Tambah kopinya bro”?
T: “Ah, ga usah. Kita pulang aja. Ente bayarin ya? Nyesek ane, Anies disamakan Mario Teguh”.
S: “Ah ok”.

...000...


Udah segitu aja…

Kontestasi Pilkada DKI

ANIES

Ada teman bertanya ke saya,kenal ga sama cagub yang satu ini? Saya jawab saya tahu. Ketika saya jadi salah satu ketua panitia pengarah penerimaan mahasiswa baru UGM, dia ketua panitia pelaksananya.

Soal pencalonannya gimana? Teman saya bertanya lagi.
Ya, kita harus berempatilah. Kan dia dicopot jadi menteri.
Faktanya dia pengangguran. Kalau dia berikhtiar mencari pekerjaan untuk menghidupi anak istrinya, ya kita berempatilah.

Programnya gimana? Ada yang genuine ga? Lagi, teman saya bertanya. Di media, Anies bilangnya akan melanjutkan program Ahok. Dengan kata lain, dia ga punya program. Kalau di Kemdikbud sih, ga ada yang genuine. Kurikulum 2013, nyontek punya M. Nuh. Distribusi KIP, dia gagal. Sertifikasi guru, jadi kontroversial. Rekrut Eselon 1, teman sendiri yang bukan PNS.

Eh, maaf, lupa, ada ding program dia yang genuine waktu jadi menteri.

"Orang tua wajib ngantar anaknya di hari pertama sekolah"

Minggu, 09 Oktober 2016

Buku Khotbah WOW

PETUNJUK PRAKTIS MENINGKATKAN KEMAMPUAN 
VERBAL - VOKAL - VISUAL PENGKHOTBAH
 
 
 
VERBAL
Berikut ini kutipan dari halaman 331-334 Buku: KHOTBAH WOW.
1 S/D 3 dapat dilihat dibukunya (karenanya milikilah, hehehe).

Tujuh Ciri Khotbah yang Baik Secara Verbal

4) Sebuah khotbah yang baik adalah terorganisasi dengan baik dan mudah dimengerti. Khotbah yang tidak jelas, kurang tertata dan sulit dipahami, sebaiknya dihindari, karena khotbah jenis ini sangatlah tidak efektif. Pengkhotbah yang melakukan khotbah yang baik adalah pengkhotbah yang menghargai umatnya. Sebaliknya, mereka yang menyusun khotbahnya dengan tak tertata, tidak jelas dan rumit serta sulit dipahami, maka ia adalah pengkhotbah yang tidak menghargai umat yang mendengar khotbahnya. Khotbah yang baik adalah meningkatkan pengetahuan umat akan cara hidup yang baik dan benar.
5) Sebuah khotbah yang baik tidak hanya melibatkan aspek kognitif saja melainkan melibatkan juga aspek afeksi. Injil diberitakan tidak melulu mengenai pengetahuan akan sesuatu tetapi juga penghayatan terhadap sesuatu itu. Kalau kognisi hanya melibatkan nalar/logika/pengetahuan semata, maka afeksi melibatkan imajinasi, perasaan dan penghayatan dari umat yang mendengarkan khotbah kita. Khotbah yang baik adalah yang bertujuan memenangkan hati umat.
6) Sebuah khotbah yang baik dibawakan dengan cara yang meyakinkan agar umat dapat diyakinkan akan kebenaran Firman Tuhan yang diberitakan. Pesan yang disampaikan dalam khotbah harus efektif sampai ke umat dengan cara meyakinkan umat. Karenanya pesan khotah yang disampaikan haruslah berintegritas dan disampaikan dengan semangat dan hasrat yang besar dan tinggi.
7) Sebah khotbah yang baik adalah yang dapat mengubah perilaku umat yang mendengar. Khotbah yang baik mampu mengarahkan umat untuk melakukan apa yang Firman Tuhan tuntut untuk dilakukan oleh umat. Setelah mendengarkan Firman Tuhan diberitakan umat akan merasa diperbaharui hidupnya. Rangkaian kata-kata yang bertabur dari khotbah yang baik memanggil umat untuk keluar dari kegelapan menuju terangnya yang ajaib.

Note:
Pemesanan buku via WA/SMS
 
 
 
 
 
#Salam_WOW
Drs. Reinhard Samah Kansil, M.Th
Founder & Master Trainer Next Level Training

email: reinhardsamahkansil@gmail.com,
SMS: 0818 0888 2611
WA: 0819 3255 1765

Selasa, 09 Agustus 2016

KHOTBAH BER C.O.D.E (ISI-ATUR-KIRIM-EFEK)



Seri Komunikasi (51)



C.O.D.E
Penguasaan ilmu berbicara didepan publik yang baik, saat ini, telah menjadi kebutuhan banyak orang. Begitupun tentang berkhotbah, ada banyak teori dan juga tips berkhotbah. Namun, berkhotbah bukanlah sebuah teori, tapi, bagaimana kita melakukan dan mempraktekkannya. Untuk itu, ada 4 komponen yang perlu diperhatikan dalam berkhotbah yang baik yang saya sebut CODE: Content, Organization, Delivery dan Effect.


Content:
Content is king, inti dari sebuah khotbah. Tanpa materi khotbah yang baik dan terstruktur, khotbah Anda kehilangan ruh-nya.


Organized:
Sebuah khotbah, atau pengajaran yang baik selalu punya struktur. Anda perlu pembukaan dan penutupan yang baik. Diantara pembukaan dan penutupan itulah terletak isi khotbah Anda.


Delivery:
Penyampaian/membawakan khotbah. Tahap lanjutan dalam khotbah Anda, setelah konten dan struktur adalah penyampaian (delivery). Ada banyak saran yang bisa Anda pelajari tentang aspek penyampaian termasuk di dalamnya bahasa tubuh. Gunakan bahasa tubuh positif dan hindari bahasa tubuh yang negatif. Jadi, jangan menyampaikan khotbah sambil sibuk memainkan ballpoint Anda, memutar-mutar papan nama yang Anda pakai, atau memasukkan tangan ke kantong dan memainkan apa saja yang ada di dalamnya.


Bahasa tubuh lainnya adalah pergerakan Anda di hadapan umat. Ada pengkhotbah yang berjalan ke kiri dan kanan tidak pernah berhenti sepanjang khotbahnya. Apakah hal tersebut perlu? Berjalanlah dengan sebuah tujuan yang jelas. Walk with purpose. Anda bisa berpindah dari satu sisi ke sisi yang lain ketika Anda menjelaskan bagian yang berbeda. Anda juga bisa melakukan hal tersebut ketika melakukan perbandingan apa yang terjadi sebelumnya dan apa yang terjadi sekarang. Perhatikan umat Anda. Lakukan kontak mata yang wajar. Jangan memAndang terlalu lama tapi juga jangan terlalu cepat berpindah-pindah penglihatan. Temukan gaya dan bahasa tubuh alami Anda.


Effect:
Bagian terakhir dari publik preaching adalah efek. Disebut sebagai bumbu khusus dalam khotbah Anda. Efek tersebut bisa berbentuk cerita inspiratif atau kutipan kata-kata mutiara atau kutipan kata-kata dari tokoh2 terkenal dunia, atau humor cerdas yang membuat umat tertawa. Sebuah khotbah baru akan memukau jika memiliki efek ini.
Pengkhotbah yang hebat melakukan langkah selanjutnya dengan memberi inspirasi, motivasi, dan mengajar umat mereka. Anda mungkin mengira agar sebuah khotbah berhasil kita harus bisa menghibur audiens dengan humor atau menceritakan sesuatu yang lucu. Permasalahannya adalah hal seperti itu tidak mudah buat semua orang. Apalagi jika selera humor Anda relatif rendah. Apa yang bisa Anda lakukan? Berinteraksi dengan umat. Sampaikan contoh-contoh personal dan cerita yang menyentuh. Tell your stories: Temukan topik khotbah Anda dan berbicaralah dengan meyakinkan di hadapan umat. Itulah empat komponen dasar khotbah yang perlu Anda kuasai. CODE: susun content yang baik, organize dengan struktur yang rapi, sampaikan delivery khotbah yang meyakinkan, dan berikan effect yang akan membuat khotbah Anda memukau.



#Salam_WOW
Drs. Reinhard Samah Kansil, M.Th
Founder & Master Trainer Next Level Training

email: traininginteraktif@ymail.com,
SMS: 0818 0888 2611
WA: 0819 3255 1765


Selasa, 02 Agustus 2016

JANGAN MENGHAFAL KHOTBAH

MELEKATKAN BUKAN MENGHAFAL

Agar materi khotbah yang telah disiapkan tidak dibaca,
maka materi khotbah tersebut harus dilekatkan ke benak.
Apakah sama dengan menghafal? Tidak.
Menghafal beda dengan Melekatkan ke benak.
Menghafal semacam membaca ulang seluruh khotbah 
lengkap dengan titik komanya bahkan kata, kalimat, 
praragrafnya sama antara yang ditulis dengan yang dikatakan.

Sementara melekatkan ke benak adalah tidak sama persis
antara yang ditulis dengan yang dikatakan/dikhotbahkan. 
Contohnya: Salah satu paragraf dalam materi khotbah
yang kita tulis, akan berbeda sedikit susunan maupun 
kata-katanya dengan apa yang secara lisan kita sampaikan.

Tetapi ayat yang kita katakan (misal: yang ada dalam paragraf tersebut) 
akan kita katakan dalam khotbah kita dengan tepat persis titik koma 
dan kata per kata sesuai ayat tersebut. Itu namanya menghafal. 

Ayat dihafal, khotbah dilekatkan ke benak.

Bagaimana cara melekatkan materi khotbah ke benak?

Ikuti Pelatihannya...


#Salam_WOW
Drs. Reinhard Samah Kansil, M.Th
Founder & Master Trainer Next Level Training

email: traininginteraktif@ymail.com,
SMS: 0818 0888 2611
WA: 0819 3255 1765