Rabu, 07 Maret 2018

SEBAIKNYA SAUDARA TAHU (4)

Enam Bentuk Khotbah Lainnya

Walau Pelatihan Khotbah ini nantinya hanya akan memusatkan perhatian pada Khotbah ekspositori, tidak ada salahnya diurai enam macam khotbah lainnya sebagai perkenalan dan pengetahuan awal. Ada baiknya seorang pengkhotbah mengetahui macam-macam khotbah lainnya ini agar ada variasi dalam menyampaikan khotbah setiap minggunya dan disetiap pelayanannya.

3) Tipikal/Berdasarkan Tipe
Khotbah macam ini adalah seni mengupas, menggali dan mengkomunikasikan kebenaran yang tersembunyi dibalik “tipe-tipe” yang ada di dalam Teks Alkitab. “Tipe” dapat berarti satu pribadi, objek atau peristiwa yang merupakan simbol dari seseorang dan atau sesuatu yang dinubuatkan akan terjadi. Ada kesamaan karakter dengan orang atau kejadian yang dinubuatkan.
Dalam penerapannya, hal ini mengarah pada tokoh dalam Alkitab atau peristiwa yang mewakili hal-hal yang akan terjadi pada masa yang akan datang.

4) Model Biografis 
Kisah Biografi adalah kisah hidup seseorang. Macam khotbah ini mempelajari hidup dari beberapa tokoh yang kita temukan dalam teks Alkitab. Setiap biografi yang dicatat dalam Alkitab memiliki arti yang penting bagi kita, dan itu penting untuk diajarkan pada dan oleh kita. Pelajaran mengenai tokoh-tokoh Alkitab sangat memikat dan menarik. Rangkumlah kisah hidup seseorang dalam Alkitab dengan memperhatikan hal-hal berikut: Pelajari proses kelahiran orang itu; Bagaimana keadaan ketika mereka dibesarkan; Hubungan pribadi tersebut dengan Tuhan, menjadi pusat perhatian; Apa reaksi dan atau tanggapan hubungan mereka dengan Tuhan?; Hikmah apa yang dapat dipetik?; Apa yang menyebabkan mereka sukses?; Dimana letak kesalahannya, jika akhir hayat mereka gagal?; Inspirasi Apa yang dapat kita pelajari dari kehidupan mereka.

5) Model Analitis
Macam khotbah ini berkaitan dengan analisa yang mendetail dan menarik keluar kebenaran yang sebanyak-banyaknya mengenai sebuah subjek. Dari kebenaran ini, dapat diajarkan pokok  khotbah yang mendasar. 

6) Model Analogis
Pada dasarnya sebagian besar isi Alkitab ditulis dalam bentuk analogi. Suatu bentuk yang mengajarkan kebenaran lewat sebuah perumpamaan atau sebuah kasus. Para penulis Alkitab sering menggunakan sebuah subjek alamiah untuk mengajarkan kebenaran rohani. Hal ini menunjukkan kesamaan dan membandingkan hal-hal yang berfungsi sama. Khotbah secara analogis berusaha untuk mendapat kebenaran rohani yang ada dalam sebuah analogi, contoh atau perumpamaan.





Ikuti Pelatihan Khotbah (08.00-17.00 wib) ini...!
Daftarkan diri saudara pada Pelatihan Khotbah @8 Jam, ini:


#Angkatan 29 di GPIB Agape Cibubur, Sabtu 10 Maret 2018

#Angkatan 30 di Jatibening Estate, 24 Maret 2018


Kontribusi 500 rb.
Bagi 10 pendaftar pertama mendapat potongan 50%


Fasilitas:1) Makan Siang; 2) Coffe Break (2x);
3) Sertifikat, 4) Training kit; 5) Reward


Info & Pendaftaran:
0818 0888 2611 – 0819 3255 1765 (WA/SMS)
atau email: reinhardsamahkansil@gmail.com

SEBAIKNYA SAUDARA TAHU (3)

Enam Bentuk Khotbah Lainnya

Walau Pelatihan Khotbah ini nantinya hanya akan memusatkan perhatian pada Khotbah ekspositori, tidak ada salahnya diurai enam macam khotbah lainnya sebagai perkenalan dan pengetahuan awal. Ada baiknya seorang pengkhotbah mengetahui macam-macam khotbah lainnya ini agar ada variasi dalam menyampaikan khotbah setiap minggunya dan disetiap pelayanannya.

1) Tekstual/Berdasarkan Teks
Gaya ini biasanya didasarkan pada suatu ayat Alkitab yang relatif pendek. Khotbah jenis ini tidak terpaku kepada perikop. Acap kali hanya satu ayat saja, justru. Tetapi sesuai judul, memang pada kenyataannya, khotbah ini didasarkan pada satu “teks” Kitab Suci. Dari satu ayat ini kita menyelidikinya, menganalisanya dan menemukan semua kebenaran yang terkandung di dalamnya.

2) Topikal/Berdasarkan Topik
Pada khotbah jenis ini, tujuan pengkhotbah adalah untuk menyajikan sebuah topik yang khusus pada jemaat. Sebagai contoh, mungkin ia mengambil sebuah pokok bahasan mengenai “Perpuluhan”. Pertama, kita akan mencari segala sesuatu yang dikatakan Alkitab atas pokok persoalan yang ‘perpuluhan’ ini. Kemudian kita akan menyusun semua referensi dari Alkitab dan buah-buah pikiran yang didapatkannya ke dalam sebuah format yang tersusun rapi. Kemudian kita  mengembangkan topiknya dengan setepat mungkin. Tujuannya adalah menceritakan kepada jemaat segala sesuatu yang harus mereka ketahui mengenai pokok bahasan perpuluhan ini.





Ikuti Pelatihan Khotbah Delapan Jam (08.00-17.00 wib) ini...!
Daftarkan diri saudara pada Pelatihan Khotbah @8 Jam, ini:


#Angkatan 29 di GPIB Agape Cibubur, Sabtu 10 Maret 2018

#Angkatan 30 di Jatibening Estate, 24 Maret 2018


Kontribusi 500 rb.
Bagi 10 pendaftar pertama mendapat potongan 50%


Fasilitas:1) Makan Siang; 2) Coffe Break (2x);
3) Sertifikat, 4) Training kit; 5) Reward


Info & Pendaftaran:
0818 0888 2611 – 0819 3255 1765 (WA/SMS)
atau email: reinhardsamahkansil@gmail.com

Selasa, 06 Maret 2018

SEBAIKNYA SAUDARA TAHU (1)

Khotbah Ekspositori

Hakikat khotbah ekspositori berkaitan dengan bentuk dan isi. Khotbah Ekspositori adalah “pemasakinian pernyataan pokok teks Alkitab”  yang diperoleh dari metode penafsiran yang tepat serta dinyatakan melalui sarana komunikasi yang efektif untuk menasihati pikiran, menginsafkan hati, dan memengaruhi perilaku menuju kesalehan.

Berdasarkan Etimologi: 
Kata ekspositori mempunyai akar kata ‘expose’ yang berasal dari kata’exposen’(Inggris), ‘exposer’ (Perancis), atau ‘exponere’ (Latin). Dalam bahasa Latin yang lebih modern (180- 600 M.), pengertian dari ‘exponere’ berarti “menafsirkan atau menjelaskan.”  Dalam khotbah ekspositori faktor yang dominan adalah penjelasan.

Berdasarkan Morfologi: 
Pendekatan ini lebih menekankan definisi khotbah ekspositori berdasarkan bentuk khotbahnya. khotbah ekspositori adalah khotbah yang berpusat pada teks dan setiap poin dan sub-poin dalam kerangkanya diperoleh dari teks yang sedang dikhotbahkan. Khotbah berjalan dari kata ke kata dan ayat ke ayat dalam Nas.

Berdasarkan Substansi: 
Substansi dalam khotbah ekpositori adalah bahwa berita khotbah harus bersumber dari amanat teks Alkitab sebagaimana yang dimaksudkan oleh penulisnya. Bila pengkhotbah menafsirkannya sedemikian rupa sehingga ia dapat menemukan makna yang sesungguhnya sebagaimana yang dimaksud oleh penulisnya dan mengaplikasikannya dalam kehidupan pendengar masa kini, maka khotbah tersebut dapat digolongkan sebagai khotbah ekspositori.

Hakikat khotbah ekspositori berkaitan dengan bentuk & isi. Sementara metode atau caranya disebut EKSEGESIS.

Metode eksegesis adalah suatu aplikasi prinsip-prinsip berKHOTBAH untuk memperoleh pengertian yang tepat mengenai teks. Kata depan “eks” dalam “eksegesis” (Yunani) berarti “keluar dari” atau “dari”, yang menunjukkan pada ide bahwa PENGKHOTBAH berusaha mengerti “dari” teks, bukan memasukkan pengertian PENGKHOTBAH ke dalam teks (eisegesis).

Dengan demikian, Khotbah ekspositori atau eksposisi adalah pemasakinian teks Firman Tuhan yang dilakukan dengan cara atau metode eksegesis.





Ikuti Pelatihan Khotbah (08.00-17.00 wib) ini...!
Daftarkan diri saudara pada Pelatihan Khotbah @8 Jam, ini:


#Angkatan 29 di GPIB Agape Cibubur, Sabtu 10 Maret 2018

#Angkatan 30 di Jatibening Estate, 24 Maret 2018


Kontribusi 500 rb.
Bagi 10 pendaftar pertama mendapat potongan 50%


Fasilitas:1) Makan Siang; 2) Coffe Break (2x);
3) Sertifikat, 4) Training kit; 5) Reward


Info & Pendaftaran:
0818 0888 2611 – 0819 3255 1765 (WA/SMS)
atau email: reinhardsamahkansil@gmail.com

Senin, 05 Maret 2018

Sabda Bina Diri (Hari ke 199) Selasa, 6 Maret 2018, Keluaran 14:15-31


DIA TEPAT JANJI
Oleh: Reinhard Samah Kansil


Seperti pelangi yang hadir setelah hujan.
Diujung pergumulanmu pasti ada warna warni kebahagiaan.
Itu janji manis-Nya.


Menyebrang dengan selamat
Teks kita hari ini mau mengatakan bahwa Tuhan tepat janji. Tuhan bertindak tepat pada waktunya dalam kebuntuan, ketegangan, dan ketakutan yang sedang kita hadapi dengan memberikan jalan keluar. Dia tepat janji menyatakan kuasa-Nya.

Pertama-tama dengan tiang awan-Nya yang membuat malam menjadi sangat gelap sehingga pasukan Mesir tidak dapat mendekati umat Israel semalam-malaman (ay. 19-20).

Kemudian, dengan memakai tongkat Musa yang diulurkan ke laut Teberau, Tuhan membelah laut tersebut sehingga terbentuk tanah kering untuk dilalui umat Israel ke seberang. Umat pun menyeberang dengan selamat (ay. 21).

Kemudian lagi, dengan kuasa dahsyat-Nya atas alam, Ia menenggelamkan pasukan Firaun di laut Teberau hingga binasa (ay. 26-28).

Kita?
Sebagai pelayan Tuhan, dimanapun kita melayani, hendaknya kita tepat janji. Pelayan Tuhan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan berbuat, haruslah ia menepatinya. Kita hendaknya menyanggupi akan menepati apa yang telah dikatakan atau yang telah disetujui. 

Kita haruslah tepat janji. Betul dan lurus atau persis benar antara yang dijanjikan dengan yang dilakukan, itu namanya tepat janji. Pelayan Tuhan yang tidak menepati janjinya mencerminkan kondisi jiwa yang kerdil. 

Dalam karakter pelayan sejati selalu ada jiwa besar untuk menunda segala sesuatu yang merugikan banyak orang, dan jiwa besarnya selalu tepat janji dalam membahagiakan banyak orang, daripada tak tepat janji yang membuat banyak orang menderita. 

Tuhan tidak pernah terlambat bertindak, kuasa-Nya yang dahsyat sanggup menyelesaikan masalah kita, sebesar apapun. Karena itu jangan pernah kehilangan iman kita kepada Tuhan. Ia peduli dan akan bertindak dalam kuasa dan kedaulatan-Nya. Entah Dia akan melalukan krisis itu secepatnya atau Dia akan meningkatkan kekuatan kita dalam menghadapi krisis tersebut. 

Renungan ini mengajak kita semua percaya, bahwa Tuhan tepat janji.

JANJI-NYA PASTI DIGENAPI. SABAR, TEKUN DAN TETAPLAH SETIA.
SEMUANYA AKAN MENJADI BAIK DAN INDAH PADA WAKTUNYA.
.

#Salam_WOW

NOTE:
Ini renungan saya ke 199.
Renungan 1 s/d 116 telah saya bukukan, seperti dibawah ini:
Buku ini tidak dijual bebas.
Sila pesan, saya kirim melalui Pos dan Giro
.
Harga buku Rp. 110.000,- (+Ongkir)
Hubungi: Telp/WA/SMS: 0818 0888 2611







Minggu, 04 Maret 2018

KHOTBAH MULA-MULA (3)

Khotbah Dalam Ibadah

Ibadah adalah perjumpaan yang istimewa antara Allah dan kita. Perjumpaan antara Allah dan kita itu mewujud di dalam urut-urutan liturgi kebaktian. Di mana Allah dan kita, keduanya mengambil bagian. Misalnya di dalam pendahuluan kebaktian, pengkhotbah  atas nama Allah menyampaikan votum, lalu kita jawab dengan amin.

Kemudian kita mengaku dosa kita di hadapan Allah dan pengkhotbah atas nama Allah menyampaikan berita pengampunan kepada kita. lalu Allah memberitakan kehendakNya melalui amanat hidup baru, dan kita menyatakan sanggup melaksanakannya.

Allah berbicara kepada kita melalui FirmanNya yang diberitakan di dalam khotbah, dan kita menjawab dengan pengakuan iman kita, syafaat  kita, dan persembahan kita, dan seterusnya.
Dari pemahaman di atas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa khotbah adalah tempat di mana Allah sendiri berkata-kata memberikan pengajaran dan nasehat.





APAKAH SAUDARA:


*Terhambat di bagian pendahuluan, ketika menyusun Khotbah?
* Sulit memahami Nas bacaan?
* Sulit mencari contoh kongkrit dalam isi khotbah?
* Memberikan senyum terbaik hingga terlihat kompeten & percaya diri?
* Membunyikan kata dan kalimat dengan kejelasan pengucapan?
* Menggunakan jeda dan tempo berbicara untuk membangun momentum?
* Menggunakan gerakan tangan yang alami untuk memperkuat pesan?


TAHUKAH SAUDARA:


* Khotbah terbagi kedalam tiga bagian!
* Membuka dan menutup khotbah adalah kunci berhasilnya sebuah khotbah!
* Tidak baik terpaku pada materi khotbah dan tidak menatap jemaat!
* Cara efektif mengatasi kegugupan dan rasa grogi!
* Jemaat suka dengan cerita!


DIATAS SEMUANYA ITU, UNDANGLAH ROH KUDUS BERBICARA MELALUI SAUDARA…!


Ikuti Pelatihan Khotbah (08.00-16.00 wib) ini...!
Daftarkan diri saudara pada Pelatihan Khotbah @8 Jam, ini:


#Angkatan 29 di GPIB Agape Cibubur, Sabtu 10 Maret 2018

#Angkatan 30 di Jatibening Estate, 24 Maret 2018


Kontribusi 500 rb.
Bagi 10 pendaftar pertama mendapat potongan 50%


Fasilitas:1) Makan Siang; 2) Coffe Break (2x);
3) Sertifikat, 4) Training kit; 5) Reward


Info & Pendaftaran:
0818 0888 2611 – 0819 3255 1765 (WA/SMS)
atau email: reinhardsamahkansil@gmail.com


KHOTBAH MULA-MULA (2)

Kristen perdana
Makna khotbah kekristenan perdana, berbeda. Walau memang menerima tradisi Yahudi (termasuk didalamnya ibadah) dan turut melanjutkan upaya penjelasan teks itu, namun makna khotbah telah bergeser.

Upaya penjelasan arti teks dalam bentuk khotbah ini, lebih ditujukan kepada katekisan (orang yang mau menjadi Kristen dalam kelas-kelas katekisasi). Dimaksudkan agar katekisan semakin memahami Kitab Suci dengan lebih baik lagi, sehingga iman percayanya tidak mudah goyah diombang-ambingkan.

Tokoh yang berkarisma dalam hal berkhotbah adalah Apolos.
Sampai disini, khotbah dipahami “sebagai media pembinaan jemaat”.


Pengkhotbah  Ulung
Masa berikutnya, mulai abad ke empat terjadi lagi pergeseran makna khotbah. Perkembangan praktek khotbah demikian pesat ketika Injil mulai diberitakan di kalangan orang Yunani. Jauh sebelumnya, dunia Yunani-Romawi telah lama mengenal retorika (ilmu pidato). Nama-ama seperti Aristoteles (384 SM - 322 SM) dan Cicero (3 Januari 106 SM – 7 Desember 43 SM) dikenal banyak orang ketika itu sebagai orator-orator ulung. Pertemuan dengan prinsip-prinsip ilmu pidato ini banyak mempengaruhi bentuk khotbah Gereja.

Dalam era perjumpaan antara khotbah dan pidato ini muncul pengkhotbah besar terkenal yang sulit untuk dicari tandingannya, dialah Yohanes Chrysostomus (347 - 407 M). Namanya diartikan orang sebagai “Yohanes si mulut emas”. Kemampuan berkhotbahnya sangat fenomenal. Orang-orang dimasanya beranggapan, akibat gaya dan isi khotbahnya itu, banyak jemaat yang tertarik ke Gereja.

Baik mereka yang bukan Kristen maupun mereka yang telah resmi meninggalkan ajaran Gereja. Bahkan sejarah mencatat, orang banyak lebih gemar menghadiri ibadah di Gereja tempat “Yohanes si mulut emas” berkhotbah, ketimbang menonton pertunjukkan di stadion. Sampai disini makna khotbah bukan lagi sekedar pembinaan jemaat, melainkan sebagai solusi pemecahan masalah dan juga perdebatan umum yang mana “keindahan kata-kata” menjadi unsur yang sangat penting.

Pada masa reformasi (abad 16) Bapa-bapa Gereja seperti Luther dan Calvin menggunakan khotbah sebagai sarana menyampaikan ajaran reformasi. Konon, Luther membawakan hampir 10.000 khotbah yang keseluruhannya menyangkut ajaran-ajaran reformasi.

Bisa dikatakan, pemikiran-pemikiran reformasi Luther tertuang dalam khotbah-khotbahnya. Begitupan Calvin. “Perjuangan” reformasinya digaungkan dari mimbar-mimbar khotbah di jemaat yang dipimpinnya. Tulisan fenomenalnya di bukukan dengan judul yang terkenal itu Institutio, adalah percik-percik pemikiran yang diambil dari khotbah-khotbahnya. Sampai pada tahapan ini, khotbah didefinisikan sebagai: “Pengajaran yang digunakan sebagai alat membangun jemaat”

Sabtu, 03 Maret 2018

KHOTBAH MULA-MULA (1)

Yudaisme

Praktek khotbah berlangsung sebelum hadirnya kekristenan. Yudaisme memunculkannya dalam tradisi ibadah Yahudi.

Bermula dari krisis identitas saat peristiwa pembuangan di Babel, dimana orang-orang muda Yahudi tidak lagi mampu memahami teks-teks berbahasa Ibrani dengan baik.

Sementara para tua-tua Yahudi sebagai pemimpin bangsa kala itu tetap ingin mempertahankan penggunaan teks-teks Ibrani sebagai warisan leluhur mereka.

Berdasar hal ini, para tua-tua menerjemahkan dan menjelaskan teks-teks suci yang mereka baca (dikemudian hari kumpulan penjelasan ini disebut Targum).

Upaya menjelaskan teks-teks suci berbahasa Ibrani kepada generasi muda Yahudi inilah yang kita kenal awalnya sebagai khotbah. Dalam hal ini, khotbah diberi makna sebagai: “Upaya menjelaskan arti teks kepada jemaat”.

bersambung...

KHOTBAH

Makna Kata


Kata Khotbah adalah kata serapan dari bahasa Arab. Dalam bahasa Arab berbunyi Khata’bah. Makna kata ini adalah: Bicara sendiri; Pemberitaan Firman Tuhan; Penyampaian Kabar Baik; Berjumpa dengan Tuhan melalui Firmannya.

Ada frasa “Khotbah di Bukit”, pada Matius 5-7 yang baik untuk kita periksa bersama. Istilah yang dipakai dalam bahasa Inggris dan Belanda. Inggris: “Sermon” (on the Mount), dari bahasa Latin: “sermones” yang maknanya adalah:  Khotbah, pidato, diskusi, pembahasan. Dalam hal ini Yesus di ayat ini mengadakan “pembahasan”, yang dapat disamakan dengan “mengajar”.

Belanda (berg)-”rede” = pidato, juga dari “sermones”. Yang kita sebut “khotbah”, diterjemahkan dari bahasa Belanda “prediking” (atau “preek”), yang diambil dari bahasa Latin “Praedicare” = “memberitakan kebenaran agama secara terbuka”.. dan “praedicatio” = memaklumkan, memberitakan, menyiarkan. Maka dari itu, khotbah Yesus di Bukit itu bukan “praedicare” atau “praedicatio”, melainkan “sermones” yang bermakna pembahasan, pengajaran.

Dengan demikian Khotbah adalah penyampaian dan atau pemberitaan kabar baik/Firman Tuhan secara terbuka sehingga orang lain mengalami perjumpaan dengan Tuhan melalui teks-teks Alkitab.





Daftarkan diri saudara pada Pelatihan Khotbah Yang saya ampu: 

#Angkatan 29 di GPIB Agape Cibubur, Sabtu 10 Maret 2018
#Angkatan 30 di Jatibening Estate, Sabtu, 3 dan 24 Maret 2018

Kontribusi 500 rb.
Bagi 10 pendaftar pertama mendapat potongan 50%
Fasilitas:1) Makan Siang; 2) Coffe Break (2x); 3) Sertifikat, 4) Training kit;
5) Reward.

Info & Pendaftaran:
0818 0888 2611 – 0819 3255 1765 (WA/SMS)

KHOTBAH, APAKAH ITU?

Makna Kata


Kata Khotbah adalah kata serapan dari bahasa Arab. Dalam bahasa Arab berbunyi Khata’bah. Makna kata ini adalah: Bicara sendiri; Pemberitaan Firman Tuhan; Penyampaian Kabar Baik; Berjumpa dengan Tuhan melalui Firmannya.

Ada frasa “Khotbah di Bukit”, pada Matius 5-7 yang baik untuk kita periksa bersama. Istilah yang dipakai dalam bahasa Inggris dan Belanda. Inggris: “Sermon” (on the Mount), dari bahasa Latin: “sermones” yang maknanya adalah:  Khotbah, pidato, diskusi, pembahasan. Dalam hal ini Yesus di ayat ini mengadakan “pembahasan”, yang dapat disamakan dengan “mengajar”.

Belanda (berg)-”rede” = pidato, juga dari “sermones”. Yang kita sebut “khotbah”, diterjemahkan dari bahasa Belanda “prediking” (atau “preek”), yang diambil dari bahasa Latin “Praedicare” = “memberitakan kebenaran agama secara terbuka”.. dan “praedicatio” = memaklumkan, memberitakan, menyiarkan. Maka dari itu, khotbah Yesus di Bukit itu bukan “praedicare” atau “praedicatio”, melainkan “sermones” yang bermakna pembahasan, pengajaran.

Dengan demikian Khotbah adalah penyampaian dan atau pemberitaan kabar baik/Firman Tuhan secara terbuka sehingga orang lain mengalami perjumpaan dengan Tuhan melalui teks-teks Alkitab.





Daftarkan diri saudara pada Pelatihan Khotbah Yang saya ampu:

#Angkatan 29 di GPIB Agape Cibubur, Sabtu 10 Maret 2018
#Angkatan 30 di Jatibening Estate, Sabtu, 3 dan 24 Maret 2018

Kontribusi 500 rb.
Bagi 10 pendaftar pertama mendapat potongan 50%
Fasilitas:1) Makan Siang; 2) Coffe Break (2x); 3) Sertifikat, 4) Training kit;
5) Reward.

Info & Pendaftaran:
0818 0888 2611 – 0819 3255 1765 (WA/SMS)

Sabda Bina Diri (Hari ke 196), Sabtu, 3 Maret 2018, Amos 1:11-12


JANGAN ANGKUH
Oleh: Reinhard Samah Kansil

Mereka yang sombong akan ditundukkan.
Mereka yang angkuh akan direndahkan.

Musuh lama
Teks kita hari ini bermaksud menelusuri permusuhan antara Edom dan Israel jauh ke masa persaingan antara Yakub dan Esau, dari siapa kedua bangsa itu diturunkan. Kata Edom berarti `merah'. 

Terdapat frasa “Ia mengejar saudaranya dengan pedang” (ay, 11), yang berarti bukan mengacu kepada suatu hal khusus, melainkan suatu gambaran tentang sikap tradisional Edom terhadap Israel. 


Dalam pada itu, pada ayat 12 terdapat kata ‘teman’, ini adalah nama lain untuk Edom. Dalam ayat ini juga ada nama kota, “Bozra”. Ini salah satu kota penting Edom.


Sejarah panjang
Bagaimana kita memaknai narasi dalam bacaan kita hari ini? Ini merupakan sejarah panjang permusuhan di antara Esau (bapak orang Edom) dan Yakub (bapak ke 12 suku Israel). Ketika Israel mengalami penderitaan, orang-orang Edom bukannya menolong dan menunjukkan sikap empati, tapi malah bersukacita di atas penderitaan saudaranya itu. Hal ini menimbulkan murka Tuhan!

Secara geografis Edom merupakan negeri yang aman, terlindung dan sulit diserang musuh karena berada di daerah pegunungan berbatu. Karena itu orang-orang Edom sangat membanggakan negerinya dan merasa diri kuat. Mereka berpikir bahwa tidak akan ada bangsa lain yang sanggup mengalahkannya. Mereka pun menjadi angkuh dan lupa bahwa Tuhan sangat membenci keangkuhan.
 
Suatu bangsa atau manusia akan mudah sekali diperdaya oleh keangkuhan, ketika merasa memiliki segala-galanya. Padahal, darimanakah kekuatan, kekayaan, kedudukan, kepintaran dan sebagainya itu berasal? Segala sesuatu datangnya hanya dari Tuhan, dan tidak ada sesuatu pun yang ada di dunia ini atau yang kita miliki yang dapat dibanggakan atau sombongkan. Kalau bukan karena Tuhan kita tidak mungkin dapat mempertahankan keadaan kita, dan apa yang kita punyai hari ini esok belum tentu ada, karena kekayaan dan kejayaan manusia dapat lenyap dalam sekejap. 
JANGAN MEMUJI DIRI KARENA HARI ESOK, S’BAB ENGKAU TIDAK TAHU APA YANG AKAN TERJADI SAAT ITU.
#Salam_WOW

Note:
Renungan ini bersumber dari buku karangan saya dibawah ini.
Tidak dijual di toko buku. Hanya lewat pemesanan. Saya kirim via Pos
Harga buku Rp. 55.000,- (+ Ongkos kirim)